About the Journal

SAPTA: Applied Tourism & Hospitality Journal memiliki visi untuk dapat menjadi salah satu jurnal terdepan yang berfokus dalam penerapan keilmuan pariwisata, terkhusus dalam bidang perjalanan wisata yang dilihat dari berbagai sudut pandang keilmuan.

Current Issue

Vol. 2 No. 1 (2026): SAPTA: Applied Tourism & Hospitality Journal
					View Vol. 2 No. 1 (2026): SAPTA: Applied Tourism & Hospitality Journal

SAPTA: Applied Tourism & Hospitality Journal merupakan jurnal ilmiah yang berfokus pada pengembangan dan penerapan keilmuan pariwisata terapan, khususnya dalam bidang perjalanan wisata dan industri hospitality. Jurnal ini menjadi wadah publikasi karya ilmiah hasil penelitian, kajian terapan, dan pemikiran konseptual dari akademisi, praktisi, serta pemangku kepentingan yang berkontribusi langsung terhadap pengembangan sektor pariwisata. Dengan sistem akses terbuka dan proses peer-review, SAPTA mendorong diseminasi pengetahuan yang inklusif, berkualitas, dan memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan maupun praktik kepariwisataan.

Terbitan Volume 2 Nomor 1 menghadirkan sembilan artikel ilmiah yang merepresentasikan beragam perspektif dalam pengembangan pariwisata dan hospitality di Indonesia. Edisi ini memperlihatkan semakin berkembangnya perhatian akademisi terhadap isu-isu strategis yang berkaitan dengan pengelolaan destinasi, keberlanjutan lingkungan, penguatan tata kelola, pengembangan infrastruktur, pelestarian warisan budaya, peningkatan kualitas layanan pada industri hospitality, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia di bidang perjalanan wisata.

Secara tematik, artikel-artikel dalam edisi ini menegaskan bahwa pembangunan pariwisata tidak lagi hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga pada terciptanya destinasi yang berkelanjutan, adaptif, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan. Pendekatan pembangunan yang memperhatikan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, budaya, dan ekologis menjadi landasan penting dalam mewujudkan daya saing destinasi di tengah dinamika industri pariwisata yang terus berkembang.

Edisi ini juga menyoroti pentingnya tata kelola destinasi yang kolaboratif, revitalisasi kawasan wisata, optimalisasi potensi lokal, serta peningkatan profesionalisme pelaku industri pariwisata sebagai bagian dari strategi pengembangan sektor ini. Penguatan sinergi antar pemangku kepentingan, pemanfaatan aset budaya dan alam secara berkelanjutan, peningkatan kualitas perencanaan, serta penerapan standar kompetensi kerja menjadi faktor yang semakin menentukan keberhasilan pengelolaan destinasi wisata dan penyelenggaraan layanan perjalanan di berbagai daerah.

Selain itu, berbagai kajian dalam terbitan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pengalaman wisatawan tidak hanya ditentukan oleh daya tarik destinasi, tetapi juga oleh dukungan infrastruktur, kualitas fasilitas, inovasi dalam pengelolaan ruang wisata, kompetensi sumber daya manusia, serta penerapan standar pelayanan pada sektor hospitality dan jasa perjalanan. Dalam konteks tersebut, pengembangan sumber daya manusia, penerapan praktik terbaik (best practices), pemenuhan standar kompetensi profesi, serta integrasi nilai budaya lokal menjadi elemen penting dalam meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat identitas destinasi.

Keseluruhan artikel yang diterbitkan pada Volume 2 Nomor 1 mencerminkan komitmen SAPTA dalam menghadirkan publikasi ilmiah yang relevan dengan kebutuhan dunia akademik, industri, dan pemerintah. Berbagai hasil penelitian yang disajikan diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan kebijakan, pengelolaan destinasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta inovasi pada sektor pariwisata dan hospitality yang berkelanjutan.

Dewan redaksi berharap edisi ini dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu kepariwisataan terapan, memperkuat kolaborasi antara akademisi dan praktisi, serta menjadi media diseminasi penelitian yang mendorong terciptanya sektor pariwisata Indonesia yang lebih berkualitas, berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.

Published: 2026-06-27

Artikel

View All Issues