Strategi Revitalisasi Kawasan Pesisir Kota Tua Menjadi Kawasan Teloek Betoeng Heritage Di Bandar Lampung Melalui Pendekatan Pariwisata Perkotaan Berkelanjutan

Authors

  • M. Syaifullah Institut Pariwisata Trisakti
  • Erwanda Yuliana Putri

Keywords:

pariwisata perkotaan, revitalisasi kota tua, pariwisata berkelanjutan, warisan Teloek Betoeng, tata kelola kolaboratif.

Abstract

Kawasan pesisir Kota Tua Teluk Betung di Bandar Lampung merupakan kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya, arsitektur, dan sosial yang tinggi. Namun, kawasan ini mengalami degradasi fungsi, penurunan kualitas lingkungan pesisir, serta belum optimal dimanfaatkan sebagai destinasi wisata berbasis warisan budaya. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi revitalisasi yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian fisik kawasan, tetapi juga mampu mewujudkan pengembangan pariwisata perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi revitalisasi kawasan pesisir Kota Tua Teluk Betung menjadi kawasan Teloek Betoeng Heritage melalui pendekatan pariwisata perkotaan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis spasial, fungsional, dan sosial-budaya untuk mengeksplorasi potensi struktur kolonial, kawasan pecinan lama, dan permukiman pesisir multietnis sebagai aset utama dalam pengembangan destinasi yang autentik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, analisis dokumen kebijakan regional, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama. Hasil penelitian menunjukkan perlunya reintegrasi fungsi kawasan pesisir melalui pemanfaatan adaptif bangunan bersejarah, peningkatan infrastruktur pejalan kaki, serta penerapan tata kelola kolaboratif berbasis kemitraan pentahelix. Strategi tersebut diproyeksikan mampu mengurangi risiko gentrifikasi, memperkuat daya dukung lingkungan pesisir, meningkatkan daya saing destinasi, serta mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih inklusif kepada masyarakat setempat sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-06-27