Analisis Perkembangan Infrastruktur Pariwisata terhadap Jumlah Wisatawan di Kota Bandung Tahun 2020–2024
Abstract
Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta mendorong perkembangan infrastruktur perkotaan. Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia mengalami peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan pasca pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur pariwisata yang mampu mendukung kenyamanan, aksesibilitas, dan daya tarik wisata kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perkembangan infrastruktur pariwisata terhadap jumlah wisatawan di Kota Bandung tahun 2020–2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Open Data Kota Bandung, Badan Pusat Statistik, dan Dinas Pariwisata Kota Bandung. Variabel penelitian terdiri atas jumlah objek wisata (X) sebagai variabel independen dan jumlah wisatawan (Y) sebagai variabel dependen. Analisis dilakukan menggunakan analisis tren dan korelasi sederhana (Pearson). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah wisatawan meningkat dari 3.244.600 wisatawan pada tahun 2020 menjadi 8.598.317 wisatawan pada tahun 2024, atau meningkat sebesar 165%. Jumlah objek wisata juga meningkat dari 57 menjadi 68 objek (2020–2023). Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,9937 dengan koefisien determinasi r² = 0,9874, yang mengindikasikan hubungan positif yang sangat kuat antara perkembangan infrastruktur pariwisata dan peningkatan jumlah wisatawan. Infrastruktur perkotaan yang berkembang dinilai mampu meningkatkan daya tarik wisata serta memperkuat citra Kota Bandung sebagai destinasi urban tourism.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Nurul Rochmah Pramadika, Try Kurniawan Akhbar

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.