Dari Kejayaan ke Keterbengkalaian: Analisis Kegagalan Tata Kelola Kolaboratif dan Strategi Revitalisasi Destinasi Wisata Telaga Gupit, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung

Authors

  • Melvin Badriansyah Universitas Padjajaran
  • Mohammad Gozali Universitas Padjajaran
  • Andika Gilang Nurmoyo

Keywords:

collaborative governance; destinasi wisata terbengkalai; Pokdarwis; revitalisasi destinasi; Telaga Gupit

Abstract

Telaga Gupit di Pekon Mataram dan Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, sempat menjadi destinasi wisata air unggulan sejak diresmikan pada Desember 2017, namun mengalami kemunduran drastis pascapandemi COVID-19 hingga dilaporkan terbengkalai pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar kegagalan tata kelola kolaboratif yang menyebabkan keterbengkalaian tersebut serta merumuskan strategi revitalisasinya. Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif berbasis analisis dokumen dan media (media/document content analysis), dengan sumber data berupa pemberitaan media daring tahun 2018–2025, dokumen pemerintah desa, dan penelitian akademik terdahulu. Analisis dilakukan menggunakan kerangka collaborative governance untuk mendiagnosis kegagalan kelembagaan, dan kerangka Tourism Area Life Cycle (TALC) untuk memosisikan destinasi dalam siklus hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan tiga simtom utama kegagalan kolaborasi: fragmentasi kewenangan antar-level pemerintahan tanpa mekanisme akuntabilitas yang jelas, vakum kepemimpinan pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di dua pekon, dan hilangnya memori institusional akibat pergantian pejabat dinas. Faktor eksogen seperti pandemi COVID-19 dan karakter hidrologis telaga yang bergantung pada air tadah hujan memperparah kerentanan tersebut. Telaga Gupit diposisikan berada pada fase decline (penurunan) dalam siklus hidup destinasi wisata, dengan opsi rejuvenation (peremajaan) yang masih terbuka apabila intervensi kelembagaan dan ekologis dilakukan segera. Penelitian merekomendasikan penguatan kejelasan delegasi kewenangan, reaktivasi Pokdarwis dengan pendampingan berkelanjutan, pengendalian gulma air, dan pembentukan mekanisme pemantauan aset pascahibah.

Downloads

Download data is not yet available.

Published

2026-06-27