Konsep Spiritualitas Dan Budaya Lokal Dalam Pengelolaan Desain Taman Hotel Di Bali
Keywords:
arsitektur, budaya lokal, spiritualitas, taman bali, tri hita karanaAbstract
Desain taman Bali tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika lanskap, tetapi juga mewakili nilai-nilai spiritual dan budaya yang berakar kuat dalam masyarakat Bali. Konsep taman Bali didasarkan pada filsafat Hindu Bali, seperti Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Artikel ini bertujuan untuk meneliti peran spiritualitas dan budaya lokal dalam membentuk konsep, tata ruang, dan elemen desain taman Bali. Metode penulisan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan meneliti berbagai sumber ilmiah, buku, dan dokumen yang berkaitan dengan arsitektur lanskap Bali, simbolisme spasial, dan praktik budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen taman Bali, seperti pengaturan spasial berdasarkan konsep kosmologi, penggunaan tanaman suci, kehadiran elemen air, dan ornamen tradisional, memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual dan ritual keagamaan. Integrasi budaya lokal dalam desain taman juga berperan dalam melestarikan identitas budaya, memperkuat fungsi sosial ruang, dan menciptakan harmoni antara lingkungan binaan dan alam. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa spiritualitas dan budaya lokal merupakan landasan utama desain taman Bali, sehingga pemahaman terhadap nilai-nilai ini merupakan aspek penting dalam perencanaan dan pengembangan taman yang berkelanjutan dan kontekstual di Bali.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 riswano ris, Bimo Kuncoro Jati, Rachmadina Rafika Triani

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.