PEMELIHARAAN LARVA UDANG VANNAMEI (Litopenaeus vannamei) DENGAN GENETIKA BERBEDA
Kata Kunci:
Udang vannamei, genetika, kelangsungan hidupAbstrak
Udang vannamei merupakan komoditas budidaya unggulan yang terus dibudidayakan secara intensif di Indonesia. Upaya produksi benur udang vannamei merupakan kegiatan yang terus dikembangkan oleh para stakeholders termasuk upaya perbaikan genetik. Karena, selain sistem budidaya yang baik, genetik juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan budidaya udang vannamei. Penelitian ini dilakukan di CV. Manunggal Rasa dengan rancangan penelitian yang dilakukan menggunakan perbandingan 2 genetika larva udang vannamei yaitu American Penaeid, Inc (API) dan Benchmark Genetics (BM) dengan padat tebar yang digunakan sebanyak 40.000 ekor/m2 pada setiap kolam dengan luas 25 m2. Pemeliharaan benur udang vannamei selama 4 siklus memberikan beberapa perbedaan pada pengamatan pertumbuhan panjang mutlak dan tingkat kelangsungan hidup. Pertumbuhan panjang mutlak benur udang vannamei genetik API sebesar 5,68 mm, sedangkan genetik BM sebesar 6,16 mm. Tingkat kelangsungan hidup pada setiap siklus yaitu siklus 1 (API 89,9% dan BM 93,1%), siklus 2 (API 91,4% dan BM 95,6%), siklus 3 (API 88,9% dan BM 89,7%) dan siklus 4 (API 93,2% dan BM 94,6%). Kualitas air setiap siklusnya terhitung optimal yaitu berkisar di 27-31oC (suhu), 4,5-5 ppm (DO), 30 ppt (salinitas), 0-0,1 ppm (ammonia) dan 7,9-8,3 (pH).
Unduhan
Referensi
Anam.C, Ach. Khumaidi, A. Muqsith. 2016. Manajemen Produksi Naupli Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) di Instalasi Pembenihan Udang (IPU) Gelung Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo Jawa Timur. Samakia: Jurnal Ilmu Perikanan. Situbondo.
Elovaara, A.K. 2001. Shrimp Farming Manual : Practical Technology for Intensive Shrimp Production. United States of America (USA)
Farchan, M. 2006. Teknis Budidaya Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei). SUHUD Sentrautama. Jakarta
Haliman, R.W. dan Adijaya, S.D. 2005. Udang Vannamei. Penebar Swadaya. Jakarta.
Lightner, D.V. 1996.A Handbook of Shrimp Pathology and Diagnostic Procedures for Diseases of Cultured Penaeid Shrimp.Baton Rouqe, Louisiana, USA.The World Aquaculture Society.
Mangampa, M. dan A. Mustafa. 1992. Budidaya Udang Windu (Penaeus monodon) pada Padat Penebaran Berbeda dengan Menggunakan Benih yang Dibantut. Jurnal Penelitian Budidaya Pantai Vo. 8 No. 4. Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Balitkanta, Maros.
Nuntung, S., Idris, A. P. S., & Wahidah. (2018). Teknik pemeliharaan larva udang vaname (Litopenaeus Vannamei Bonne) di PT Central Pertiwi Bahari Rembang, Jawa Tengah. Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi, 1(2622–0520), 137–143.
Panjaitan, A. 2012. Pemeliharaan Larva Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei, Boone 1931) Dengan Pemberian Jenis Fitoplankton Yang Berbeda. Universitas Terbuka. Jakarta.
Panjaitan, A, Wartono. H, dan Sri.H. 2014. Pemeliharaan Larva Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei, Boone 1931) Dengan Pemberian Jenis Fitoplankton yang Berbeda. Jurnal Manajemen Perikanan dan Kelautan. Vol. 1 No. 1. Jakarta.
Rachmatun, S, dan A. Sueryati. 1991. Petunjuk Teknis tentang Rancangan dan Pengoperasian dan Pembibitan (Hatchery) Udang. Direktorat Jenderal Perikanan, Jakarta.
Suastika, M. 2017 Kualitas Air Pada Pemeliharaan Udang Vannamei (Litopenaeus Vannamei) Balai Produksi Induk Udang Unggul Dan Kekerangan Karangasem, Bali. 3 Hlm.
Subaidah, S. 2005. Petunjuk Teknis Pembenihan Udang Vannamei. Departemen Kelautan dan Perikanan. Balai Budidaya Air Payau Situbondo. Jawa Timur
Subaidah, Pramudjo, Oktiandi, Manijo, dan M. Yunus. 2006. Pembenihan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei). Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. Situbondo. 51 hal.
Trumbull, J.F and M.R.P. Briggs. 1994. Environmental Control in Shrimp Culture. Institute of Aquaculture University of Stirling. Scotland.
Wahyuni, 2011. Pembenihan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) skala Rumah Tangga (Backyard) Di Stasiun Lapangan Praktek Pembenihan Akademi Perikanan Sidoarjo (SLPP-APS) Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga. Surabaya.
Wyban, J.A., J.N. Sweeney. 1991. Intensive Shrimp Production Technology. The Oceanic Institute. Hawaii.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Perikanan Terapan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Perikanan Terapan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the Jurnal Agro Industri Perkebunan right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially) with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agro Industri Perkebunan.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Agro Industri Perkebunan. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
