APLIKASI PROBIOTIK UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN CACING SUTRA (Tubifex sp.) TANPA LUMPUR
Indonesia
Kata Kunci:
Cacing sutra, Ampas tahu, FermentasiAbstrak
Cacing sutra (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang biasa dimanfaatkan sebagai pakan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh dan dosis penambahan probiotik terhadap pertumbuhan cacing sutra. Hasil menunjukkan bahwa dosis penambahan probiotik terbaik dalam pertumbuhan bobot cacing sutra (Tubifex sp.) terjadi pada perlakuan P3 dengan bobot akhir cacing sutra sebesar 126 gram, kemudian disusul perlakuan P2 dengan bobot akhir 118 gram, perlakuan P1 sebesar 105 gram dan pertumbuhan terendah berada di perlakuan P0.
Unduhan
Referensi
Chilmawati, D., Suminto., Yuniarti, T. (2014). Pemanfaatan Fermentasi Limbah Organik Ampas Tahu, Bekatul Dan Kotoran Ayam Untuk Peningkatan Produksi Kultur Dan Kualitas Cacing Sutera (Tubifex Sp). Institutional Repository. Universitas Diponegoro.
DuBey, R., Caldwell, C., & Gould, W. R. (2005). Effects of temperature, photoperiod, and Myxobolus cerebralis infection on growth, reproduction, and survival of Tubifex tubifex Lineages. Journal of Aquatic Animal Health, 17(4), 338–344.
Fajri NW., Suminto dan Hutabarat J. (2014). Pengaruh penambahan kotoran ayam, ampas tahu dan tepung tapioka dalam media kultur terhadap biomassa, populasi dan kandungan nutrisi cacing sutera (Tubifex sp.). Jour. of Aquaculture Manag. and Tech. 3(4) : 101-108.
Masaniku, N., Astuti, I., & Ningsih, A. (2024). Budidaya Cacing Sutra (Tubifex sp) Pada Media Berbeda Dengan Metode Semi Closed Resirculation System (SCRS). Gorontalo Fisheries Journal, 6(1), 22-27.
Masrurotun, Suminto, Hutabarat, J. (2014). Pengaruh penambahan kotoran ayam, silase ikan rucah dan tepung tapioka dalam media kultur terhadap bio massa, populasi dan kandungan nutrisi cacing sutera (Tubifex sp.). Journal of Aquaculture Management and Tech- nology, 3(4):151-157.
Najib, A. (1999). Pengaruh Pemberian Probiotik Pada Pakan Alami Cacing Sutra (Tubifex sp) Terhadap Pertumbuhan Ikan Kancra (Tor soro) (Doctoral dissertation, Universitas Pancasakti Tegal).
Ngatung, J.E.E., Pangkey, H & Mokolensang, J.F. (2017). Budi Daya Cacing Sutra (Tubifex sp.) Dengan Sistim Air Mengalir di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu (BPBAT)Propinsi Sulawesi Utara. E-Journal Budidaya Perairan. 5(3) : 18-22.
Pursetyo, T.K., Satyantini, H.S., dan Mubarok, S.A. (2011). Pengaruh Pemupukan Ulang Kotoran Ayam Kering Terhadap Populasi Cacing Tubifex tubifex. Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan 3 (2) ; 177-182.
Shafrudin D., W. Efiyanti dan Widanarni. (2005). Pemanfaatan Ulang Limbah Organik dari Substrak Tubifex sp. Di Alam. J. Akuakultur Indonesia. 4 (2) : 97 – 102.
Yanuartono, S., Indrajulianto, H., Purnamaningsih, A., Nururrozi, & Raharjo, S. (2019). Fermentasi metode untuk meningkatkan nilai nutrisi Jerami padi. Jurnal Sains Peternakan Indonesia. 14(1): 49-60
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Jurnal Perikanan Terapan

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Perikanan Terapan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the Jurnal Agro Industri Perkebunan right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially) with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agro Industri Perkebunan.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Agro Industri Perkebunan. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
