Strategi Penguatan Rantai Pasokan Kopi Robusta Lampung

Authors

  • Erwinda Meriko Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung
  • Fitriani Fitriani Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung https://orcid.org/0000-0002-0329-9867
  • Analianasari Analianasari Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung
  • Irmayani Noer Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

DOI:

https://doi.org/10.25181/jofsa.v9i2.4472

Keywords:

Berkelanjutan, Hilirisasi, Kopi, Rantai Nilai, Sinergi

Abstract

Petani kopi rakyat di Indonesia sulit keluar dari jebakan rantai nilai bisnis industri kopi yang berpihak pada kapitalisasi pasar yang tidak adil.   Petani kopi terjebak pada ketergantungan intermediary market mulai dari tengkulak, agen, pabrikasi, hingga eksportir.  Keterbatasan akses pasar, fluktuasi harga global, serta rendahnya akses terhadap pembiayaan dan teknologi memperbukur kondisi lemahnya posisi tawar petani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan merancang strategi penguatan rantai nilai bisnis kopi rakyat Lampung agar lebih adil dan menguntungkan petani di hulu produksi, serta memperbaiki posisi tawar petani dalam rantai pasok kopi di tingkat lokal, regional, dan global.  Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods (kuantitatif dan kualitatif) untuk mendapatkan gambaran lengkap tentang kondisi dan hambatan yang dihadapi petani serta peluang penguatan rantai nilai  kopi yang berkeadilan.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi penguatan rantai pasok pada hulu produksi kopi perlu fokus pada kebijakan penguatan kelembagaan untuk peningkatan produktivitas melalui penggunaan bibit unggul dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), perbaikan mutu melalui pascapanen yang lebih baik, serta penguatan koperasi untuk peningkatan posisi tawar dengan stakeholders lain dalam rantai nilai bisnis kopi secara berkeadilan.  Hilirisasi produk kopi perlu diperluas dengan mendorong diversifikasi produk olahan dan sertifikasi keberlanjutan agar mampu menjangkau pasar premium. Infrastruktur logistik, digitalisasi pemasaran, serta sistem traceability berbasis teknologi juga menjadi kunci untuk memperkuat daya saing kopi Indonesia di pasar global.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Erwinda Meriko, Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Fitriani Fitriani, Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Analianasari Analianasari, Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Irmayani Noer, Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Magister Terapan Ketahanan Pangan, Politeknik Negeri Lampung

References

Anh, N. H., Bokelmann, W., Thuan, N. T., Nga, D. T., & Van Minh, N. (2019). Smallholders’ preferences for different contract farming models: Empirical evidence from sustainable certified coffee production in Vietnam. Sustainability (Switzerland), 11(14), 9–13. https://doi.org/10.3390/su11143799

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik Indonesia 2024. Indonesia: Badan Pusat Statistik.

Bissinger, K. (2019). Sustainability Labels: Are Price Premia Relevant in Online Food Retailing? Journal of International Food and Agribusiness Marketing, 31(3), 255–272. https://doi.org/10.1080/08974438.2018.1520177

BPS Provinsi Lampung. (2024). Potensi Pertanian Propinsi Lampung. BPS Propinsi Lampung.

Dewi, A. N. C. (2018). Analisis Rantai Nilai Agribisnis Kopi Sertifikasi di Kabupaten Lampung Barat.

Fitriani, Arifin, B., Abbas Zakaria, W., Hanung Ismono, R., & Erry Prasmatiwi, F. (2020). Sustainable Production of Lampung Robusta Coffee: A Cost-Benefit Analysis. International Journal of Ecology and Development, 35(1).

Fitriani, Arifin, B., Zakaria, W. A., Ismono, H., & Hilmanto, R. (2018). Coffee Agroforestry Performance in Pulau Panggung Sub-district , Tanggamus , Lampung , Indonesia. Pelita Perkebunan, 34(2), 69–79.

Fitriani, F., Arifin, B., & Ismono, H. (2021). Indonesian coffee exports and its relation to global market integration. Journal of Socioeconomics and Development, 4(1), 120. https://doi.org/10.31328/jsed.v4i1.2115

Fitriani, F., & Kuswadi, D. (2022). Smallhoders Coffee Farmer ’s Economics Vulnerability Sources In Upstream Watersheds. Jurnal Penelitian Pertanian Terapan, 22(3), 205–215.

Hank, I. I., & Priyanto, S. H. (2018). Eksplorasi Contract Farming Dalam Mewujudkan Kesejahteraan Petani. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 14(3), 275. https://doi.org/10.20956/jsep.v14i3.5535

Ibnu, M. (2017). Gatekeepers of Sustainabilityon coffee smallholders, standard and certification in Indonesia. Maastricht: Universitaire Pers Maastricht.

Ibnu, M., Offermans, A., & Glasbergen, P. (2018). Certification and farmer organisation: Indonesian smallholder perceptions of benefits. Bulletin of Indonesian Economic Studies, 54(3), 387–415. https://doi.org/10.1080/00074918.2018.1506093

Incamilla, A., Arifin, B., & Nugraha, A. (2015). Sustainability of Coffee Agroforestry Farming in Pulau Panggung Sub District of Tanggamus Regency. Jurnal Ilmu-Ilmu Agribisnis, 3(3), 260–267.

Kinasih, I., Cahyanto, T., Widiana, A., Kurnia, D. N. I., Julita, U., Putra, R. E., … Laruan, K. A. (2022). Agroforestry management systems through landscape-life scape integration: A case study in Gowa, Indonesia. Biodiversitas, 23(2), 1864–1874. https://doi.org/10.13057/biodiv/d230420

Macdonald, K. (2007). Fair Trade , Starbucks and the transformation of supply chain governance Globalising Justice within Coffee Supply Chains ? Fair Trade , Starbucks and the transformation of supply chain governance. (October 2014), 37–41. https://doi.org/10.1080/01436590701336663

Mardliyah, A., & Berliana, D. (2014). Analisis Finansial dan Kelayakan Tanaman Perkebunan pada Lahan Hutan Kemasyarakatan (HKm). Kota Agung, Tanggamus.

Noer, I., . F., & . A. (2012). Integrasi Pasar Kopi di Provinsi Lampung (The Coffee Market Integration in Lampung Province). Jurnal ESAI (ISSN No. 1978-6034), 6(1978).

Pham, H. G., Chuah, S. H., & Feeny, S. (2022). Coffee farmer preferences for sustainable agricultural practices: Findings from discrete choice experiments in Vietnam. Journal of Environmental Management, 318, 1–47. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2022.115627

Ratna Ratna, Dayang Berliana, & Fitriani Fitriani. (2022). Analisis Rantai Pasok (Supply Chain) Kopi Robusta di Kabupaten Lampung Barat. Prosiding Seminar Nasional Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian, 3(1), 180–190. https://doi.org/10.47687/snppvp.v3i1.304

Rosanti, N., Sinaga, B. M., Daryanto, A., & Kariyasa, K. (2020). Dampak Contract Farming terhadap Kinerja Usahatani Kopi di Lampung. Agriekonomika, 9(2), 140–149. https://doi.org/10.21107/agriekonomika.v9i2.8789

Senevirathna, P. (2018). Creating shared value through partnerships in agricultural production in Sri Lanka. Geoforum, 90(February), 219–222. https://doi.org/10.1016/j.geoforum.2018.02.015

Willer, H., Sampson, G., Voora, V., Dang, D., & Lernoud, J. (2019). The State of Sustainable Markets 2019.

Zuhriah, S., Sutarni, S., Noer, I., & Fitriani, F. (2021). Rantai Pasok (Supply Chain) Kopi Robusta Di Kabupaten Way Kanan Oleh Siti Zuhriah Ringkasan. Politeknik Negeri Lampung.

Downloads

Published

2025-10-31

How to Cite

Meriko, E., Fitriani, F., Analianasari, A., & Noer, I. . (2025). Strategi Penguatan Rantai Pasokan Kopi Robusta Lampung . Journal of Food System and Agribusiness, 9(2), 95–102. https://doi.org/10.25181/jofsa.v9i2.4472

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>