Pengaruh Pupuk NPK dan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Main Nursery

Indah Safitri Adnan, Bambang Utoyo, Any Kusumastuti

Abstract


NPK fertilizer and organic fertilizer on the growth of oil palm seedlings in the main nursery aims to determine a single effect or interaction between the two on the growth of oil palm seedlings in the main nursery.  The experiment was conducted at the Polytechnic of Lampung from July 2013 to March 2014.  The study used Complete Randomized Design (CRD) factorial, which consists of two factors and each combination was repeated 3 times.  The first factor of NPK fertilizer with 3 levels, 100%, 50%, and 25% of the dose recommendation as much as 142 g.  The second factor is the dose of organic fertilizer (Organonitrofos) with 3 levels of treatment, without organic fertilizer, 18 g polybag-1, and 36 g polybag-1. Observation variables such as plant height, number of midrib, stem diameter, length of midrib, shoot dry weight, root dry weight and P total.  The results showed that NPK fertilizer at the age of 9 months to increase the length midrib, shoot dry weight and root dry weight. Effect of dosage of the best there is at 100%.  The combination of NPK fertilizer and organic fertilizer there is an interaction of the dry weight of the roots and the best interaction was achieved by treatment of 50% NPK fertilizer and organic fertilizer  36 g polybag-1.

Keywords: NPK fertilizer, oil palm, organonitrofos

Permalink: http://jurnal.polinela.ac.id/index.php/AIP/article/view/20


References


Agustina, L. 2004. Dasar Nutrisi Tanaman. Rineka Cipta. Jakarta.

Ahira, A. 2006. Manfaat pupuk organik. http://id.wikipedia.org/wiki.artikel. [Diunduh 02 Juni 2013].

Anjani, D. J. 2013. Uji Keefektifan Pupuk Organonitrofos dan Kombinasinya dengan Pupuk Anorganik terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Tomat (Lycopersicum esculantum Nill.) di Tanah Ultisol Gedung Meneng. Skripsi. Universitas Lampung. Lampung. 80 hlm.

Christine, B. 2013. Uji Efektivitas Pupuk Organonitrofos dan Kombinasinya dengan Pupuk Kimia terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Cabai Rawit Kathur (Capsicum frutescens) pada Tanah Ultisol Gedung Meneng. Skripsi. Universitas Lampung. Lampung. 75 hlm.

Djamaluddin. 1983. Pengaruh Pemberian Pupuk Fosfat, Pupuk Kandang Dan Kapur Terhadap Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L) Didaerah Transmigrasi Bone-Bone, luwu.Tesis. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Harjadi, S. S. 1991. Pengantar Agronomi. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Hardter, R. and T. Fairhust. 2003. Oil Palm Management for Large and Suistainable Yields. Potash & Phospate Institute. Canada.

Fauzi, Y. 2002. Budidaya Pemanfaatan Hasil Dan Limbah Analisis Usaha Tani dan Pemasaran. Penebar Swadaya. Jakarta.

Fitriadi. 2013. Produksi CPO Indonesia. http://tribunnews.co.id/artikel. [Diunduh 06 Mei 2013].

Hakim, M. 2007. Teknis Agronomis dan Manajemen Kelapa Sawit. Lembaga Pupuk Indonesia. Jakarta.

Hindersah, R dan T. Simarmata. 2004. Potensi Rizobakteri Azotobacter dalam Meningkatkan Kesehatan Tanah. //http://www.unri.ac.id/pdf. [Diunduh 23 Agustus 2014].

Imam, S. dan Y. E. Widyastuti. 1992. Kelapa Sawit. Penebar Swadaya. Jakarta.

Jumin, H. B. 1987. Dasar–dasar Agronomi. Rajawali. Jakarta.

Khairiah. 2013. Kiat sukses industri kelapa sawit Indonesia. http://www.bumn.co/id/Ptpn1/galeri/artikel. [Diunduh 20 Mei 2013].

Lakitan, B. 2004. Dasar-dasar Fisiologi Tumbuhan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

Loveless, A.R. 1987. Prinsip-prinsip Biologi Tumbuhan untuk Daerah Tropik. Jilid I. Gramedia. Jakarta

Nyakpa, M., M. Lubis, S. G. Nugroho, S. Rusdi, D. M. Amin, G. B Hong, dan H. H. Baily. 1988. Kesuburan Tanah. Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Pahan, I. 2007. Panduan Lengkap Kelapa Sawit, Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga Hilir. Penebar Swadaya. Jakarta.

Riniarti, D. dan B. Utoyo. 2012. Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. Wineka Media. Malang.

Risza, S. 1995. Seri Budidaya Kelapa Sawit: Upaya Peningkatan Produktifitas. Kanisius. Yogyakarta.

Riwandi. 2002. Rekomendasi Pemupukan Kelapa Sawit Berdasarkan Analisis Tanah dan Tanaman. Akta Agrosia 5: 27- 34.

Rosmarkam, A dan N.W. Yuwono. 2002. Ilmu Kesuburan Tanah Kanisius. Yogyakarta.

Sihotang, B. 2010. Budidaya Tanaman Seri Budidaya Kelapa Sawit: http://www.google.co.id/pdf. [Diunduh 06 Mei 2013].

Sutarta, E. S, S. Rahutomo, W. Darmosarkoro, dan Winarna. 2003. Peranan unsur hara dan sumber hara pada pemupukan tanaman kelapa sawit, hal. 81. Dalam W. Darmosarkoro, E. S. Sutarta dan Winarna (Eds). Lahan dan Pemupukan Kelapa Sawit. Pusat Penelitian Kelapa Sawit. Medan.

Sutedjo, M. Mulyani, dan A. G. Kartasapoetra. 1991. Pengantar Ilmu Tanah Terbentuknya Tanah dan Tanah Pertanian. Rineka Cipta. Jakarta.

Wicaksono, R. 2012. Indonesia sumbang 48% minyak sawit dunia. http://www.google.co.id/01.pdf. [Diunduh 06 Mei 2013].




DOI: http://dx.doi.org/10.25181/aip.v3i2.20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 Jurnal Agro Industri Perkebunan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

___________________________________________________________

Jurnal Agro Industri Perkebunan
Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan
Politeknik Negeri Lampung
Jl. Soekarno-Hatta, No. 10, Rajabasa, Bandar Lampung, Lampung, 35144

E-mail: aip@polinela.ac.id
Website: jurnal.polinela.ac.id/index.php/AIP atau aip.polinela.ac.id

Lisensi Creative Commons

All publications by Jurnal Agro Industri Perkebunan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License