Pemberian Probiotik dalam Pendederan Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Tahap III di kolam Terpal Dengan Padat Tebar Optimal
DOI:
https://doi.org/10.25181/peranan.v2i1.2357Abstrak
Ikan gurame merupakan jenis ikan konsumsi yang banyak diminati. Akan tetapi dalam budidaya memiliki kendala yaitu pertumbuhannya yang lambat. Salah satu pemecahan masalahnya adalah dengan pemanfaatan probiotik pada pakan. Probiotik merupakan mikroba hidup yang bersifat menguntungkan dan memberikan dampak bagi peningkatan keseimbangan mikroba saluran usus ikan dan memperbaiki kualitas air. Dosis probiotik yang diberikan 4ml/1 kg pakan dengan cara menyemprotkan ke permukaan pakan yang diberikan. Sebelum dilakukan penyemprotan, bakteri probiotik dicampurkan dengan molase 100 ml dan air tawar sebanyak 12ml kemudian disemprotkan ke 1 kg pakan yang kemudian di kering anginkan. Pemeliharaan benih ikan gurame dilakukan di kolam beton ukuran 3x1 m dan padat penebaran perlakuan yaitu 60 ekor/m2 yang dipelihara selama 40 hari. Benih gurame diberi makan 3 kali sehari sebanyak 5% dari bobot biomassa. Selama pemeliharaan hasil pertumbuhan yang didapatkan yaitu pertambahan panjang dari awal tebar 3,93 cm sampai panen 6,60 cm. Pertambahan berat dari 2,85 g sampai 5,75 g. Laju pertumbuhan panjang harian mencapai 0,3-2,8%, nilai FCR (Food Convertion Ratio) 1,8 serta tingkat kelulusan hidup ikan gurame mencapai 53,5%.Unduhan
Referensi
Boyd. 1979. Water Management In Pond Fish Culture. International Centre For Aquaculture Agricultural Experiment Station. Alabama.
De Dilva, S. S., Anderson, A. 1995. Fish nutrition in aquaculture (the first series). Chapman and Hall. London.
Effendie. 2003. Telaah Kualitas Air. Effendie MI. Yogyakarta.
Hardaningsih, I., Murwantoko & S. Helmiati. 2012. Tujuh rezeki budidaya gurame. Kanisius. Yogyakarta.
I. Effendi, H. J. 2006. Pengaruh Padat Penebaran Terhadap Kelangsungan Hidup dan Pertumbuhan Benih Ikan Gurame (Osphronemus gouramy lac.) Ukuran 2 Cm. Jurnal Akuakultur Indonesia : 127-135.
Badan Standar Nasional Indonesia, . 2001. Produksi Ikan Gurame (Osphronemus gouramy) Kelas Benih Sebar. Badan Standar Nasional. Jakarta.
Narges S, Hoseinifar SH, Merrifield DL,. 2012. Dietary Supplementation Of Fructooligosaccharide (FOS) Imfroves The Innate Imunne Response, Stres Resistence, Digestive Enzyme Activitis And Growt Peformance Of Caspian Roach (Rutilus rutilus) Fry. Fish And Shellfish Immunology. London.
Noga, E. J. 2010. Fish Disease: Diagnosis and Treatment. Blackwell Publishing Inc. England.
Perikanan, Kementerian Kelautan dan. 2018. Refleksi 2018 & Outlook 2019. Jakarta: Kementerian Kelautan dan Perikanan Nasional. Jakarta.
Pranata Adi, R. I. 2017. Pengaruh Padat Tebar Terhadap Laju Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Larva Ikan Gurame. Jurnal Ruaya Fpik Unmuh-Pnk 2: 54-56.
Saifudin. 2013. Biologi Ikan Papuyu. http://sfd.blogspot.com/diakses tanggal 14 januari 2021.
SJ, Nugroho. 2010. Pengembangan Pemakaian Limbah (Sludge) Biogas dari Kotoran Sapi Sebagai Sumber Bahan baku Pakan Nila. Institut Pertanian Bogor. Skripsi.
Suci Utari, A. A. 2019. Pengaruh Perbedaan Padat Penebaran Terhadap Kelangsungan Hidup Ikan Gurame. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kelautan dan Perikanan Unsyiah 2: 117-1.
Weatherley, A. H. 1972. Growth and Ecology of Fish Population. Academia Press. New York.
Y Verawati, M. F. 2015. Pengaruh Perbedaan Padat Penebaran Terhadap Pertumbuhan Dan Kelangsungan Hidup Ikan Gurame. Jurnal Mina Sains ISSN 2407-9030 (1) Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Djuanda. Bogor.
Zonneveld N, E. A. Huisman dan J.H. Boon. 1991. Prinsip-Prinsip Budidaya Ikan. PT Gramedia Pustaka. Jakarta.
Likandi. 2012. Budidaya Ikan Pati di Kolam Terpal. PT Gramedia Pustaka. Jakarta.
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Jurnal Perikanan Terapan agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the Jurnal Agro Industri Perkebunan right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially) with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Jurnal Agro Industri Perkebunan.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Jurnal Agro Industri Perkebunan. Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.