Analisis Kelayakan Finansial Industri Rumah Tangga Tempe di Antasari Bandar Lampung

Authors

  • Agie Tri Grahita Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung
  • Fadila Marga Saty Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung
  • Dayang Berliana Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung

DOI:

https://doi.org/10.25181/jofsa.v8i2.4100

Keywords:

Kelayakan, Nilai Tambah, Sensitivitas, Tempe

Abstract

Tempe merupakan makanan yang hasil dari fermentasi terhadap biji kedelai. Industri rumah tangga  di Antasari merupakan industri pengolahan kedelai di Antasari. Harga bahan baku  kedelai yang saat ini berfluktuasi berdampak pada hasil produksi tempe.  Jumlah produksi yang dikurangkan ataupun ukururan yang akan diperkecil. Tujuan penelitian adalah menganalisis tingkat kelayakan finansial, menganalisis tingkat sensitivitas dan menganalisis nilai tambah Industri rumah tangga tempe di Antasari. Analisis kelayakan usaha ini dapat memberi informasi bagi pemilik usaha untuk mengetahui apakah industri rumah tangga layak atau tidak untuk dijalankan. Metode yang digunakan yaitu metode kualitatif dan kuantitatif. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposive sampling. Responden terdiri dari 4 industri rumah tanggga tempe. Hasil analisis kelayakan finansial menunjukan bahwa industri rumah tangga tempe di Antasari layak untuk dijalankan. Hasil kelayakan finansial ditunjukkan oleh nilai Net Presen Value (NPV) sebesar Rp432.315.714, Internal Rate of Return (IRR) sebesar 72%, Net B/C rasio dengan nilai 2,58, Payback Period (PBP) selama 1 Tahun 2 bulan 8 Hari dan Break Even Point (BEP) yaitu selama 3 tahun 11 hari. Sedangkan untuk penilaian pada industri rumah tangga tempe yang tidak menggunakan mesin penggiling ditunjukan oleh nilai Net Presen Value (NPV) sebesar Rp141.394.059, Internal Rate of Return (IRR) sebesar  56%, Net B/C rasio dengan nilai 2,12.  Payback Period (PBP) selama 5 bulan 5 hari dan Break Even Point (BEP) yaitu 4 tahun 5 bulan 16 hari. Analisis sensitivitas menunjukan bahwa industri rumah tangga tempe terbukti tidak sensitif terhadap perubahan  dari peningktan biaya bahan baku 3,1 % untuk industri rumah tangga tempe. Penurunan penerimaan sebesar 3,1% pada industri rumah tangga tempe. Hasil perubahan tersebut bahwa seluruh kriteria investasi masih memenuhi kriteria ,sehingga industri rumah tangga masih layak untuk dijalankan.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Agie Tri Grahita, Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Fadila Marga Saty, Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Dayang Berliana, Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung

Program Studi Agribisnis Pangan, Politeknik Negeri Lampung

References

Anggrainingsih, D., Haryono, D., & Nugraha, A. (2022). Analisis Kinerja Produksi Nilai Tambah Dan Keuntungan Agroindustri Tempe Di Kelurahan Kedamaian Kota Bandar Lampung. Journal Of Food System And Agribusiness, 59–68.

Aprilia, A. Y. U. G. (2019). Deskripsi Usaha Industri Tempe Di Kelurahan Jagabaya Ii Kecamatan Way Halim Kota Bandar Lampung Tahun 2018.

Asri, I. W. Y. (2010). Analisis Usaha Industri Emping Melinjo Skala Rumah Tangga Di Kabupaten Magetan.

Hutrik, L. A., Pudjiastuti, A. Q., & Nurani, M. P. (2024). Analisis Pendapatan Dan Kelayakan Usaha Pada Pabrik Tahu Sumber Rejeki Kelurahan Wae Kelambu, Kecamatan Komodo Kabupaten Manggarai Barat. Jurnal Bistek Pertanian Agribisnis Dan Teknologi Hasil Pertanian, 11(1), 12–21.

Ibrahim, Y. (2009). Studi Kelayakan Bisnis. Rineka Cipta. Jakarta: Rineka Cipta.

Badan Pusat Statistik. 2024. Publikasi. Provinsi Lampung Dalam Angka. BPS Provinsi Lampung. Lampung.

Saty, F. M., Affandi, M. I., & Prasmatiwi, F. E. (2016). Analisis Finansial Dan Risiko Investasi Teknologi Pisang Kultur Jaringan Di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal Of Agribusiness Science, 4(3).

Saty, F. M., Affandi, M. I., & Prasmatiwi, F. E. (2017). Analisis Finansial Dan Risiko Investasi Teknologi Pisang Kultur Jaringan Di Kabupaten Lampung Selatan. Jurnal Ilmu Ilmu Agribisnis: Journal Of Agribusiness Science, 4(3).

Saty, F. M., Apriyani, M., & Fitri, A. (2022). Profitability Of Tempeh Household Industries At Soybean Processing In Bandar Lampung. IOP Conference Series: Earth And Environmental Science, 1012(1), 12048. IOP Publishing.

Soehyono, F., Rochdiani, D., & Yusuf, M. N. (2017). Analisis Usaha Dan Nilai Tambah Agroindustri Tempe. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Agroinfo Galuh, 1(1), 43–50.

Wicaksono, G. S., & Prihtanti, T. M. (2019). Analisis Kelayakan Finansial Usaha Pembuatan Tempe Kedelai Skala Mikro Di Kecamatan Semarang Barat. Jurnal Social Economic Of Agriculture, 8(1).

Downloads

Published

2024-10-31

How to Cite

Tri Grahita, A., Marga Saty, F. ., & Berliana, D. . (2024). Analisis Kelayakan Finansial Industri Rumah Tangga Tempe di Antasari Bandar Lampung. Journal of Food System and Agribusiness, 8(2), 137–144. https://doi.org/10.25181/jofsa.v8i2.4100

Issue

Section

Artikel

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.