Pengaruh Ekstrak Rimpang Alang-alang (Imperata cylindrica L.) pada Bobot Kering dan Persen Penutupan Gulma

Authors

  • Argi Zhafran Tamin Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan - Politeknik Negeri Lampung
  • Dedi Supriyatdi Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan - Politeknik Negeri Lampung
  • Mirodi Syofian Jurusan Budidaya Tanaman Perkebunan - Politeknik Negeri Lampung

DOI:

https://doi.org/10.25181/jaip.v5i2.356

Abstract

The use of herbicides has a negative impact on the environment so an environmentally friendly herbicide is needed. Alang-alang that are available in almost every area has a content of tannins in the form of allelopathy potential for weed control. The objective of the research is to know the percent of weed coverage due to the application of alang-alang bioherbicide.Concentration levels were tested in this research are: 5%, 10%, 15%, and 20%. The research was arranged in a randomized block design that has five replication. Variables observed were the dry weight of weeds and percent of weed coverage. The results of this research showed that all various concentrations have not affected in controlling weeds and percent of weed coverage. Keywords: allelopathy, bioherbicide, weed control

Downloads

Download data is not yet available.

References

Kamali, N. R. (2014). Potensi Ekstrak Rimpang Alang-alang (Imperata cylindrica L.) sebagai Bioherbisida Gulma Rumput Kerbau (Paspalum conjugatum Berg.). Universitas Negeri Gorontalo.

Kamsurya, M. Y. (2014). Dampak alelopati ekstrak daun alang-alang terhadap pertumbuhan dan perkecambahan tanaman kacang tanah. In Prosiding Seminar Nasional Basic Science VI. Sains Membangun Karakter dan Berpikir Kritis Untuk Kesejahteraan Masyarakat. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Pattimura.

Markham, K. R. (1988). Cara Mengidentifikasi Flavonoid. Diterjemahkan oleh Padmawinata, K. Bandung: Penerbit ITB.

Mukhopadhyay, M. (2002). Natural Extracts Using Supercritical Carbon Dioxide. New York: CRC Press.

Murrine, E. D. (2010). Pergeseran gulma dan hasil kacang tanah pada tumpanggilir kacang tanah dan jagung. Jurnal Sains dan Teknologi, 3(1), 1-12.

Rahmawasiah. (2015). Efektifitas ekstrak alang-alang dan kirinyuh terhadap pertumbuhan gulma dan pengaruhnya terhadap tanaman kedelai (Glicyne max Merril L). Jurnal Pertanian Berkelanjutan, 4(1).

Rahmi. (2007). Absorbsi fenol pada membran komposit khitosan berikatan silang. Jurnal Rekayasa Kimia dan Lingkungan, 6(1), 28-34.

Santosa, E., Zaman, S., & Puspitasari, I. D. (2009). Simpanan biji gulma dalam tanah di perkebunan teh pada berbagai tahun pangkas. Jurnal Agronomi Indonesia, 37(1), 46-54.

Sembodo, D. R. J. (2010). Gulma dan Pengelolaannya. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sihombing. A., Fatonah, S., & Silviana, F. (2012). Pengaruh alelopati Calopogonium mucunoides Desv. terhadap perkecambahan dan pertumbuhan anakan gulma Asystasia gangetica (L.) T. Anderson. Jurnal Biospecies, 5(2), 5-11.

Sukman, Y. & Yakup. (2002). Gulma dan Teknik Pengendaliannya. Jakarta: Rajawali Press.

Syakir, M., Bintoro, M. H., Agusta, H., & Hermanto. (2008). Pemanfaatan limbah sagu sebagai pengendalian gulma pada lahan perdu. Jurnal Littri, 14(3), 107-112.

Published

2017-10-19

How to Cite

Tamin, A. Z., Supriyatdi, D., & Syofian, M. (2017). Pengaruh Ekstrak Rimpang Alang-alang (Imperata cylindrica L.) pada Bobot Kering dan Persen Penutupan Gulma. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 5(2), 107-112. https://doi.org/10.25181/jaip.v5i2.356

Issue

Section

Article