ANALISIS PERAMALAN PRODUKSI UBI KAYU (Manihot utilissima) DI PROVINSI LAMPUNG DENGAN APLIKASI POM QM
DOI:
https://doi.org/10.25181/jupiter.v5i1.4147Kata Kunci:
ubi kayu, peramalan, produksiAbstrak
Ubi kayu menjadi salah satu komoditi pertanian yang berperan besar dalam sumber ketahanan pangan dan kemajuan industri. Meningkatnya kebutuhan ubi kayu dalam berbagai sektor industri, membuat Lampung sebagai sentra ubi kayu di Indonesia ingin menjaga dan meningkatkan ketersediaan bahan baku tersebut.
Analisis peramalan produksi ubi kayu dibutuhkan untuk mengimbangi kebutuhan permintaan pasar serta menjaga keberlanjutan industri komoditi ini, khususnya industri tapioka. Peramalan dapat dilakukan melalui berbagai metode yaitu Moving Average, Weighted Moving Average, Exponential Smoothing, Exponential Smoothing with
Trend, dan Linear Regression dengan mengukur akurasi kesalahan peramalan melalui Mean Absolute Deviation (MAD), Mean Squared Error (MSE), dan Mean Absolute Percentage Error (MAPE). Hasil peramalan menunjukkan metode Linier Regression memiliki tingkat kesalahan terendah dibandingkan analisis lainnya, dengan persamaan regresi y = 456190,7x –916485175,2 yang menghasilkan perkiraan produksi singkong di Provinsi Lampung pada tahun 2026-2030 sebesar 7.757.183 ton, 8.213.374 ton, 8.669.564 ton, 9.125.755 ton, dan 9.581.946 ton, secara berturut-turut. Hasil perkiraan menggunakan POM QM sejalan dengan data produksi singkong Provinsi Lampung yang dikeluarkan oleh Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung, yang menunjukkan bahwa produksi singkong di Provinsi Lampung pada tahun 2024 adalah 7,3 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 7,75 juta ton pada tahun 2026. Hal ini dilakukan sebagai langkah preventif dan antisipatif dalam pengambilan keputusan terkait produksi di masa mendatang, sehingga keberlanjutan komoditas tidak terganggu dan memberikan hasil optimal untuk kebutuhan masyarakat. Perkiraan merupakan dasar untuk perencanaan upaya efisiensi sumber daya yang akan
dikeluarkan, seperti biaya dan energi.







