Analisis Pertumbuhan dan Kandungan Antioksidan Tanaman Bawang Dayak (Aleutherine bulbosa Merr.) dengan Pupuk Terpadu di Lahan Terbatas
DOI:
https://doi.org/10.25181/jplantasimbiosa.v8i1.5119Abstrak
Bawang dayak merupakan tanaman yang memiliki berkhasiat obat dan berpotensi untuk dikembangkan diberbagai daerah termasuk wilayah perkotaan. Upaya peningkatan produktivitas tanaman ini dapat dilakukan melalui penerapan teknologi pemupukan terpadu pada lahan terbatas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kombinasi antara pupuk organik alami dan pupuk organik sintetis terhadap proses pertambahan ukuran pertumbuhan, hasil dan kandungan antioksidan tanaman obat bawang dayak (Aleutherine bulbosa Merr.). Penelitian telah dilaksanakan di lahan pekarangan di Dusun Krikilan, Desa Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Yogyakarta pada bulan Februari sampai Juli 2024 di ketinggian tempat ± 194 m dpl dengan rata-rata curah hujan 16,2 mm tahun-1 dan memiliki suhu (28 – 39) °C. Perancangan percobaan disusun dalam Rancangan Acak Lengkap faktorial {(3x4) X 3 = 36 unit, setiap unit perlakuan terdiri dari 8 polibag tanaman, 4 tanaman sebagai tanaman sampel. Faktor pertama adalah sumber pupuk organik alami yang terdiri dari 3 taraf: pupuk kandang sapi (P1), pupuk kandang kambing (P2) dan kompos limbah rumah tangga (P3). Faktor kedua dosis pupuk urea terdiri dari 4 tingkat: 0 (N0) 4 (N1), 6 (N2) dan 8 (N3) g/polibag). Pengamatan dilakukan secara destruktif pada umur tanaman 4 dan 6 bulan, meliputi luas daun, laju asimilasi bersih, bobot umbi, laju pertumbuhan relatif, indeks tanaman, kandungan vitamin C dan kandungan karoten. Penelitian ini memperlihatkan bahwa terdapat interaksi antara sumber pupuk organik dengan dosis pupuk urea terhadap semua variabel pengamatan. Bobot umbi bawang dayak umur 4 dan 6 bulan tinggi, kandungan vitamin C tinggi dan efisiensi analisis pertumbuhan direkomendasikan pupuk kandang sapi atau kambing atau kompos dengan dosis pupuk urea 4 g/tanaman, sedangkan kandungan karoten tinggi diperoleh pada berbagai sumber organik, namun dibutuhkan dosis urea 8 g/tanaman . Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk mencapai efisiensi pemupukan dilakukan melalui aplikasi pupuk organik tunggal atau kombinasi urea 4 g/tanaman untuk memperbaiki komponen analisis pertumbuhan sedangkan kandungan karoten optimal memerlukan dosis urea 8 g/tanaman pada berbagai sumber organik.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Evi Setiawati, Darnawi, Maria Theresia Darini, Ihsan, Ig. S. Sudrajad

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





