Pengaruh Kemiringan Pipa pada Hidroponik Sistem NFT terhadap Pertumbuhan dan Produksi Pakcoy Putih (Brassica rapa L.)
DOI:
https://doi.org/10.25181/jhpt.v4i2.4992Kata Kunci:
Pakcoy putih,, hidroponik NFT, kemiringan pipa, pertumbuhanAbstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemiringan pipa yang optimal dan untuk mengetahui pengaruh tingkat kemiringan pipa pada sistem hidroponik Nutrient Film Technique (NFT) terhadap pertumbuhan dan hasil panen pakcoy putih (Brassica rapa L.). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari dan Maret 2026 di Desa Bantarwaru, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RUPS) dengan enam ulangan dan empat tingkat perlakuan kemiringan pipa: K1 (1%), K2 (3%), K3 (5%), dan K4 (7%). Tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, berat akar, berat segar, dan berat kering merupakan beberapa metrik yang dicatat. Tinggi tanaman, panjang akar, berat akar, diameter batang, berat segar, dan berat kering semuanya dipengaruhi secara signifikan oleh kemiringan pipa, namun jumlah daun tidak. Pada hampir semua parameter vegetatif dan produksi, termasuk tinggi tanaman (26,067 cm), jumlah daun (8,26), diameter batang (6,50 mm), panjang akar (19,83 cm), berat akar (14,57 g), berat segar (173,00 g), dan berat kering (40,26 g), perlakuan K3 (kemiringan 5%) menghasilkan hasil terbaik. Studi ini menyimpulkan bahwa kemiringan pipa 5% adalah perlakuan terbaik untuk budidaya pakcoy putih dengan sistem NFT karena menyeimbangkan waktu kontak akar, ketersediaan oksigen terlarut, dan laju aliran nutrisi.







