Pengaruh Formulasi Jenis Telur serta Frekuensi Penyiraman Pupuk PSB terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bayam Brazil (Alternanthera sissoo)
DOI:
https://doi.org/10.25181/jhpt.v4i1.4982Kata Kunci:
Bayam Brazil, formulasi jenis telur, frekuensi penyiraman, Photosynthetic bacteriaAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh formulasi jenis telur dan frekuensi penyiraman pupuk Photosynthetic Bacteria (PSB) terhadap pertumbuhan dan produksi bayam Brazil (Alternanthera sissoo), serta menentukan kombinasi perlakuan terbaik. Penelitian dilaksanakan di Greenhouse Fakultas Pertanian dan Peternakan UMNU Kebumen pada Februari-Maret 2026 menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dua faktor dengan empat ulangan. Faktor pertama yaitu formulasi jenis telur yang terdiri dari telur ayam kampung (T1), ayam ras (T2), serta bebek (T3). Faktor kedua adalah frekuensi penyiraman PSB yang terdiri atas 2 hari sekali (F1), 4 hari sekali (F2), dan 6 hari sekali (F3). Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, panjang akar, bobot basah, dan bobot kering. Data yang dianalisis dengan menggunakan sofware SPSS, jika ada perbedaan signifikan akan dilanjutkan dengan uji lanjut DMRT untuk mengetahui perlakuan terbaik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah formulasi jenis telur dan frekuensi penyiraman pupuk Photosynthetic Bacteria (PSB) berpengaruh terhadap penambahan diameter batang dan tidak berpengaruh terhadap variabel yang lainnya. Kombinasi telur ayam ras dengan frekuensi penyiraman 6 hari sekali (T2F3) merupakan kombinasi terbaik dengan nilai penambahan diameter batang tertinggi sebesar 0,125 mm.







