Respon Empat Varietas Bayam terhadap Azotobacter dan Rhizobium
DOI:
https://doi.org/10.25181/jhpt.v4i1.4926Kata Kunci:
Biofertilizer, dry weight, leaf area, root biomass, shoot growthAbstrak
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pupuk hayati dan varietas terhadap pertumbuhan serta hasil bayam. Penelitian dilaksanakan di Desa Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara, pada Februari sampai Juli 2025 menggunakan rancangan acak kelompok lengkap faktorial 2 × 4 dengan tiga ulangan. Faktor pertama ialah pupuk hayati, yaitu Azotobacter (H1) dan Rhizobium (H2), sedangkan faktor kedua ialah varietas bayam hijau (V1), bayam cabut (V2), bayam merah (V3), dan bayam batik (V4). Parameter yang diamati meliputi jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, panjang akar, bobot segar tanaman, bobot segar akar, bobot kering tanaman, dan bobot kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas berpengaruh sangat nyata terhadap hampir seluruh parameter, kecuali panjang akar. Interaksi pupuk hayati dan varietas berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, luas daun, bobot kering tanaman, dan bobot kering akar, serta berpengaruh nyata terhadap bobot segar tanaman dan bobot segar akar. Kombinasi terbaik untuk performa tajuk diperoleh pada H1V1, dengan jumlah daun 14.44 helai, tinggi tanaman 26.94 cm, luas daun 637.22 cm², dan bobot kering tanaman 1.66 g, sedangkan bobot segar akar tertinggi diperoleh pada H2V3 sebesar 5.09 g.







