RANCANG BANGUN SOLAR FOOD DRYER SEBAGAI PENUNJANG PRAKTIKUM MATA KULIAH PENGOLAHAN HASIL PRODUK HORTIKULTURA
DOI:
https://doi.org/10.25181/jpn.v6i2.4518Abstract
Dalam acuan kompetensi lembaga vokasi, dosen, tenaga pranata laboratorium pendidikan (PLP), dan mahasiswa diharapkan dapat membuat peralatan sendiri atau peralatan penunjang yang tepat guna. Sebuah laboratorium pendidikan sebagai tempat untuk menyediakan peralatan praktikum dan peralatan pendukung yang memadai untuk mewujudkannya. Bahkan untuk kelangsungan sebuah praktikum, terkadang seorang mahasiswa, dosen atau PLP terkadang harus membuat sendiri peralatan penunjang yang dibutuhkan. Peralatan atau inovasi yang dirancang harus dikemas dalam sebuah bentuk yang menarik sebagai purwarupa sebuah produk. Baik untuk suatu penelitian, maupun alat bantu praktikum di laboratorium. Untuk mendapatkan olahan kering produk hortikultura yang berkulitas dapat ditingkatkan dengan melakukan berbagai upaya seperti menggunakan alat pengering (dryer). Agar waktu pengeringan relatif pendek dan kualitas hasil pengeringan lebih baik, proses pengeringan menggunakan teknologi surya/solar food dryer. Dalam proses pasca panen pengering tenaga surya merupakan suatu alat mesin pertanian yang sangat membantu mahasiswa dan dosen agar memudahkan dalam proses pengeringan produk pertanian, khususnya produk hortikultura. Tujuan penelitian ini adalah membuat solar food dryer sebagai Penunjang Praktikum Mata Kuliah Pengolahan Hasil Produk Hortikultura. Penelitian ini akan dilaksanakan di areal Laboratorium Tanaman III Politeknik Negeri Lampung mulai dari April sampai dengan Oktober 2024. Rancangan penelitian ini adalah pembuatan solar food dryer dan uji coba alat. Tahapan pembuatan solar food dryer adalah pembuatan rangka, pemasangan 4 lapisan sebagai tempat penjemuran (dryer), pembuatan pintu, pemasangan, dan pembuatan lubang ventilasi. Suhu rata-rata pada pengeringan cabai merah adalah 38,10C, serta rata-rata kadar air cabai merah kering adalah 9,86%.




