AKSELERASI PERTANIAN BERKELANJUTAN : PENDAMPINGAN PETANI PALA DESA WIYONO DALAM PRODUKSI BIO-ARANG DARI AMPAS PALA
DOI:
https://doi.org/10.25181/jpn.v6i2.4517Abstract
Tanaman pala di daerah Lampung berasal dari pulau Banda, sehingga disebut Pala Banda. Luas lahan usahatani pala di Provinsi Lampung cenderung meningkat dengan rata-rata sebesar 25,33% per tahunnya. Sentra penghasil pala di Provinsi Lampung yaitu Kabupaten Tanggamus, Pesawaran dan Lampung Timur. Biji, fuli dan buah pala yang ada di Pesawaran biasanya dijual kepada industri penyulingan minyak atsiri. Limbah yang dihasillkan dari proses pengolahan minyak pala tidak dimanfaatkan dan langsung dibuang ke lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya pengolahan limbah menjadi produk samping yang bernilai jual tinggi, dan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Ampas pala dapat diolah menjadi Bio-Arang karena memilki nilai kalor yang tinggi. Bio-Arang dapat dimanfaatkan sendiri sebagai alternative pengganti bahan bakar dan juga dapat dijual dengan nilai ekonomi yang tinggi. Pendampingan dan pelatihan pembuatan Bio- Arang dilakukan di kelompok tani Sari Wana Pala, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran. Kelompok tani ini menjual bibit pala, buah pala, biji pala dan fuli pala. Dengan pengembangan ini, diharapkan dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi kelompok tani dan juga produk unggulan bagi kelompok




