IMPLEMENTASI METODE DEPURASI SEBAGAI UPAYA SANITASI KERANG HIJAU PADA KELOMPOK NELAYAN PANDAN ALAS DI DESA SRIMINOSARI LAMPUNG TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.25181/jpn.v5i1.3639Abstract
Kerang hijau merupakan salah satu komoditas perikanan yang banyak diragukan konsumen untuk
mengkonsumsinya karena sifat alaminya yaitu filter fider, sehingga kerang yang diambil langsung dari
alam memiliki risiko tinggi terpapar mikroorganisme berbahaya dan juga logam berat, hal tersebut
menimbulkan kehawatiran sehingga diperlukan teknologi penanganan yang lebih baik pada saat
panen dan pasca panen untuk dapat mengurangi resiko tersebut. Untuk memastikan keamanan
produk kerang, cara paling ideal adalah dengan memastikan kerang tersebut hidup dan
dibudidayakan di wilayah bebas pencemaran lingkungan. Menteri Perikanan melalui Keputusan
Menteri Perikanan dan Kelautan Nomor 17 Tahun 2004, mensyaratkan bahwa produk perairan harus
menjalankan prosedur yang higienis untuk menjamin keamanan pangan bagi konsumen. Kajian ini
bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat pembudidaya kerang hijau
dalam pengolahan pasca panen dengan metode depurasi. Berdasarkan hasil pengamatan diketahui
bahwa terdapat peningkatan pengetahuan tentang sanitasi kerang dan minat masyarakat terhadap
aplikasi depurasi. Diharapkan nantinya, masyarakat akan menghasilkan kerang yang memenuhi
standar sanitasi dan higienis sehingga mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat yang
mengkonsumsinya.




