Analisis Pola Konsumsi dan Permintaan Kacang Tanah Pada Rumah Tangga Konsumen Kacang Tanah di Provinsi Lampung
DOI:
https://doi.org/10.25181/jofsa.v10i1.4212Keywords:
Kacang Tanah, Permintaan, Pola KonsumsiAbstract
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi kacang tanah di wilayah perdesaan dan perkotaan, menghitung kontribusi energi kacang tanah terhadap konsumsi energi golongan kacang-kacangan, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kacang tanah rumah tangga konsumen kacang tanah di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2023. Jumlah sampel sebanyak 298 rumah tangga konsumen kacang tanah, dari total 10.433 rumah tangga sampel Susenas. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah konsumsi kacang tanah biji dan olahan oleh rumah tangga konsumen kacang tanah mencapai 2,35 kg/rumah tangga/bulan, dengan rata-rata konsumsi di perkotaan sebesar 2,46 kg/rumahtangga/bulan dan di perdesaan sebesar 2,32 kg/rumahtangga/bulan. Jika dilihat dari seluruh rumah tangga, rata-rata konsumsi kacang tanah sebesar 0,28 kg/rumahtangga/bulan. Untuk jenis kacang tanah biji, konsumsi oleh rumah tangga konsumen kacang tanah sebesar 2,07 kg/rumahtangga/bulan, pada jenis olahan bumbu pada makanan siomay/batagor sebesar 0,18 kg/rumahtangga/bulan dan pada makanan gado-gado/ketoprak/pecel sebesar 0,11 kg/rumahtangga/bulan. Sebagian besar kacang tanah yang dikonsumsi rumah tangga konsumen diperoleh dari pembelian. Kontribusi energi kacang tanah terhadap konsumsi energi golongan kacang-kacangan rumah tangga konsumen sebesar 62,43%, sedangkan untuk seluruh rumah tangga di Provinsi Lampung sebesar 17,73%. Harga kacang tanah berpengaruh nyata negatif dan pendapatan berpengaruh nyata positif terhadap permintaan kacang tanah rumah tangga konsumen kacang tanah di Provinsi Lampung.
Downloads
References
Aini, E. N., Isnaini, I., Sukamti, S., & Amalia, L. N. (2018). Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Tingkat Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Kesatrian Kota Malang. Technomedia Journal, 3(1), 58–72. https://doi.org/10.33050/tmj.v3i1.333
Alexandri, C., & Pauna, B. (2015). Assement of Food Consumption Diversity for Romanian Household. Lucrări Ştiinţifice Seria I, 17(1), 282–289.
Aliciafahlia, C., Maleha, & Yuprin, A. D. (2019). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Ketahan Pangan Rumah Tangga di Kelurahan Habaring Hurung Kecamatan Bukit Batu Kota Palangka raya. Journal Socio Economics Agricultural, 14(2), 40–47.
BAPANAS. (2023). Peraturan Badan Pangan Nasional Republik Indonesia 11 Tahun 2023 Tentang Pola Pangan Harapan. Retrieved from https://badanpangan.go.id.
Hanani, N., Asmara, R., & Nugroho, Y. (2008). Analisis diversifikasi konsumsi pangan dalam memantapkan ketahanan pangan mayarakat pedesaan. AGRISE, 8(1), 46–54.
Malik, A. (2016). Ekonomi Kacang Tanah: Tinjauan Keunggulan Komparatif dan Perspektif Pengembangan. Jakarta: IAARD Press.
Musindar, I., & Arhim, M. (2018). Ketahahan Pangan Rumah Tangga Pembuat Tortila Di Kota Palopo. Jurnal Perbal , Fakultas Pertanian Universitas Cokroaminoto Palopo, 6(2).
Nugrahanti, D., Sayekti, W. D., & Lestari, D. A. H. (2024). Analysis Of Pre- Prosperous Household Consumption Diversity In Lampung Province (susenas Data Analysis, 2019). Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian, 8(2), 485–499.
Rahardja, P., & Manurung, M. (2008). Pengantar Ilmu Ekonomi (Mikroekonomi & Makroekonomi) Edisi Ketiga. Jakarta: Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Salem, F., & Nubatonis, A. (2016). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Permintaan Kacang Tanah di Kecamatan Kota Kabupaten Timor Tengah Utara. AGRIMOR, 1(01). https://doi.org/10.32938/ag.v1i01.24
Santoso, S., & Ranti, A. L. (2004). Kesehatan dan Gizi. Cetakan II. Jakarta: Rineka Cipta.
Sayekti, W. D., Lestari, D. A. H., & Nugrahanti, D. (2022). Keragaman Pengeluaran dan Pola Pangan Harapan Rumah Tangga Serta Faktor determinannya di Provinsi Lampung. Laporan Akhir Penelitian, 1–13.
Sihite, N. W. (2011). Analisis Determinan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kota Medan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Suhardjo. (1998). Pangan dan Pertanian. Jakarta: Universitas Indonesia.
Workicho, A., Belachew, T., Feyissa, G. T., Wondafrash, B., Lachat, C., Verstraeten, R., & Kolsteren, P. (2016). Household dietary diversity and Animal Source Food consumption in Ethiopia: Evidence from the 2011 Welfare Monitoring Survey. BMC Public Health, 16(1), 1–11. https://doi.org/10.1186/s12889-016-3861-8
Yuslika, S., Fajarningsih, R. U., & Rahayu, W. (2022). Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Permintaan kacang Tanah di Kabupaten Wonogiri. Agista, 10(3), 36–43.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusiness

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA) agree to the following terms:
Authors retain copyright and grant the Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA) right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License (CC BY-SA 4.0) that allows others to share (copy and redistribute the material in any medium or format) and adapt (remix, transform, and build upon the material for any purpose, even commercially) with an acknowledgment of the work's authorship and initial publication in Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA).
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in Journal of Food System and Agribusiness (JoFSA). Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.



















