You are using unvalidated product, Click here to support us
https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/issue/feed SAPTA: Applied Tourism & Hospitality Journal 2026-06-27T09:49:30+07:00 Editorial Team Jurnal SAPTA journalsapta@polinela.ac.id Open Journal Systems <p>SAPTA: <em>Applied Tourism &amp; Hospitality Journal</em> memiliki visi untuk dapat menjadi salah satu jurnal terdepan yang berfokus dalam penerapan keilmuan pariwisata, terkhusus dalam bidang perjalanan wisata yang dilihat dari berbagai sudut pandang keilmuan.</p> https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/4754 Analisis Daya Tarik Wisata Mangrove dalam Mendukung Pariwisata Berbasis Lingkungan di Kota Langsa 2026-01-14T01:12:44+07:00 ulfah ulfah azzahra harahap <p>Wisata mangrove merupakan bentuk pariwisata berbasis lingkungan yang berpotensi mendukung pelestarian ekosistem pesisir sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui pendekatan community-based tourism (CBT). Kota Langsa, Provinsi Aceh, memiliki kawasan mangrove yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis daya tarik wisata mangrove dalam mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat di Kota Langsa berdasarkan komponen 4A, yaitu attraction, accessibility, amenities, dan ancillary services. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara terhadap wisatawan, serta studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wisata mangrove di Kota Langsa memiliki daya tarik alam yang kuat melalui lanskap mangrove, jalur trekking, serta keanekaragaman flora dan fauna yang bernilai rekreasi dan edukasi. Pengembangan wisata mangrove juga mendukung konsep CBT melalui keterlibatan masyarakat lokal dalam aktivitas ekonomi. Namun, pengembangannya masih menghadapi keterbatasan pada aspek amenities dan accessibility. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan destinasi secara terintegrasi untuk mendukung keberlanjutan wisata mangrove di Kota Langsa.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 ulfah ulfah azzahra harahap https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/4985 Konsep Spiritualitas Dan Budaya Lokal Dalam Pengelolaan Desain Taman Hotel Di Bali 2026-05-20T21:55:16+07:00 riswano ris Bimo Kuncoro Jati Rachmadina Rafika Triani <p><strong><em>&nbsp;</em></strong></p> <p><em><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit;">Desain taman Bali tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika lanskap, tetapi juga mewakili nilai-nilai spiritual dan budaya yang berakar kuat dalam masyarakat Bali. Konsep taman Bali didasarkan pada filsafat Hindu Bali, seperti Tri Hita Karana, yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dan Tuhan, sesama manusia, dan alam. Artikel ini bertujuan untuk meneliti peran spiritualitas dan budaya lokal dalam membentuk konsep, tata ruang, dan elemen desain taman Bali. Metode penulisan menggunakan pendekatan tinjauan pustaka dengan meneliti berbagai sumber ilmiah, buku, dan dokumen yang berkaitan dengan arsitektur lanskap Bali, simbolisme spasial, dan praktik budaya lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa elemen-elemen taman Bali, seperti pengaturan spasial berdasarkan konsep kosmologi, penggunaan tanaman suci, kehadiran elemen air, dan ornamen tradisional, memiliki makna simbolis yang berkaitan dengan nilai-nilai spiritual dan ritual keagamaan. Integrasi budaya lokal dalam desain taman juga berperan dalam melestarikan identitas budaya, memperkuat fungsi sosial ruang, dan menciptakan harmoni antara lingkungan binaan dan alam. Kesimpulan dari penelitian ini menekankan bahwa spiritualitas dan budaya lokal merupakan landasan utama desain taman Bali, sehingga pemahaman terhadap nilai-nilai ini merupakan aspek penting dalam perencanaan dan pengembangan taman yang berkelanjutan dan kontekstual di Bali.</span></span></em></p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 riswano ris, Bimo Kuncoro Jati, Rachmadina Rafika Triani https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/5009 Analisis Perkembangan Infrastruktur Pariwisata terhadap Jumlah Wisatawan di Kota Bandung Tahun 2020–2024 2026-05-30T13:41:55+07:00 Nurul Rochmah Pramadika Try Kurniawan Akhbar <p>Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta mendorong perkembangan infrastruktur perkotaan. Kota Bandung sebagai salah satu destinasi wisata utama di Indonesia mengalami peningkatan jumlah wisatawan yang signifikan pasca pandemi Covid-19. Kondisi tersebut menuntut kesiapan infrastruktur pariwisata yang mampu mendukung kenyamanan, aksesibilitas, dan daya tarik wisata kota. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan perkembangan infrastruktur pariwisata terhadap jumlah wisatawan di Kota Bandung tahun 2020–2024. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan data sekunder dari Open Data Kota Bandung, Badan Pusat Statistik, dan Dinas Pariwisata Kota Bandung. Variabel penelitian terdiri atas jumlah objek wisata (X) sebagai variabel independen dan jumlah wisatawan (Y) sebagai variabel dependen. Analisis dilakukan menggunakan analisis tren dan korelasi sederhana (Pearson). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah wisatawan meningkat dari 3.244.600 wisatawan pada tahun 2020 menjadi 8.598.317 wisatawan pada tahun 2024, atau meningkat sebesar 165%. Jumlah objek wisata juga meningkat dari 57 menjadi 68 objek (2020–2023). Hasil analisis korelasi menunjukkan nilai r = 0,9937 dengan koefisien determinasi r² = 0,9874, yang mengindikasikan hubungan positif yang sangat kuat antara perkembangan infrastruktur pariwisata dan peningkatan jumlah wisatawan. Infrastruktur perkotaan yang berkembang dinilai mampu meningkatkan daya tarik wisata serta memperkuat citra Kota Bandung sebagai destinasi urban tourism.</p> <p><strong> </strong></p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Nurul Rochmah Pramadika, Try Kurniawan Akhbar https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/5011 Strategi Revitalisasi Kawasan Pesisir Kota Tua Menjadi Kawasan Teloek Betoeng Heritage Di Bandar Lampung Melalui Pendekatan Pariwisata Perkotaan Berkelanjutan 2026-05-30T22:38:53+07:00 M. Syaifullah Erwanda Yuliana Putri <p>Kawasan pesisir Kota Tua Teluk Betung di Bandar Lampung merupakan kawasan bersejarah yang memiliki nilai budaya, arsitektur, dan sosial yang tinggi. Namun, kawasan ini mengalami degradasi fungsi, penurunan kualitas lingkungan pesisir, serta belum optimal dimanfaatkan sebagai destinasi wisata berbasis warisan budaya. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya strategi revitalisasi yang tidak hanya berorientasi pada pelestarian fisik kawasan, tetapi juga mampu mewujudkan pengembangan pariwisata perkotaan yang berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi revitalisasi kawasan pesisir Kota Tua Teluk Betung menjadi kawasan <strong>Teloek Betoeng Heritage</strong> melalui pendekatan pariwisata perkotaan berkelanjutan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan kerangka analisis spasial, fungsional, dan sosial-budaya untuk mengeksplorasi potensi struktur kolonial, kawasan pecinan lama, dan permukiman pesisir multietnis sebagai aset utama dalam pengembangan destinasi yang autentik. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, analisis dokumen kebijakan regional, dan wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan utama. Hasil penelitian menunjukkan perlunya reintegrasi fungsi kawasan pesisir melalui pemanfaatan adaptif bangunan bersejarah, peningkatan infrastruktur pejalan kaki, serta penerapan tata kelola kolaboratif berbasis kemitraan pentahelix. Strategi tersebut diproyeksikan mampu mengurangi risiko gentrifikasi, memperkuat daya dukung lingkungan pesisir, meningkatkan daya saing destinasi, serta mendistribusikan manfaat ekonomi secara lebih inklusif kepada masyarakat setempat sebagai bagian dari pembangunan pariwisata berkelanjutan.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 M. Syaifullah, Erwanda Yuliana Putri https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/4764 Keamanan Pangan dalam Penyimpanan dan Pengolahan Makanan Hotel: Narrative Literature Review 2026-01-12T06:00:55+07:00 Bimo Kuncoro Jati Reno Irwanto Shafa Radiva Assyam Riswano <p>Meskipun studi higiene sanitasi hotel banyak dilakukan, kajian komprehensif yang mengintegrasikan fase penyimpanan dan pengolahan dalam satu lanskap operasional hospitality di Indonesia masih terbatas (<em>research gap</em>). Penelitian ini bertujuan menganalisis integrasi praktik penyimpanan dan pengolahan makanan berbasis prinsip keamanan pangan di industri perhotelan (tujuan). Metode yang digunakan adalah <em>Narrative Literature Review</em> dengan menyintesis lima artikel empiris terpilih periode 2020–2025 melalui adaptasi alur PRISMA (metode). Hasil dan pembahasan menunjukkan bahwa sistem HACCP dan FSMS efektif mengendalikan bahaya pangan, namun implementasinya di lapangan kerap terkendala oleh fluktuasi suhu <em>chiller</em>, pengabaian sistem FIFO, dan rendahnya kepatuhan staf (hasil dan pembahasan). Disimpulkan bahwa kesuksesan sistem keamanan pangan tidak hanya bertumpu pada standar teknis, melainkan pada aspek multidimensional yang melibatkan kedisiplinan <em>food handler</em> (<em>conclusion</em>). <em>Novelty</em> dan implikasi teoritis dari penelitian ini terletak pada perumusan kerangka konseptual baru yang mengintegrasikan tiga poros utama: pengendalian teknis penyimpanan, higienitas pengolahan, dan budaya kepatuhan perilaku SDM (implikasi teoritis/ <em>novelty</em>). Kerangka ini dapat menjadi instrumen evaluasi baru bagi tata kelola industri <em>hospitality</em> dan pendidikan vokasi perhotelan di Indonesia.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Bimo Kuncoro Jati, Riswano, Shafa https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/5031 Persepsi Pengunjung Terhadap Wisata Edukasi Di Museum Animalium Brin Kabupaten Bogor 2026-06-12T14:50:24+07:00 Safira Nurhaliza Dina Hariani <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pengunjung terhadap wisata edukasi di Museum Animalium BRIN. Penelitian menggunakan pendekatan <em>mixed method</em> dengan desain <em>sequential explanatory</em>. Data kuantitatif diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 105 pengunjung, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara dengan tujuh pengunjung dan satu pengelola museum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pengunjung terhadap wisata edukasi di Museum Animalium BRIN berada pada kategori sangat baik. Aspek kognitif memperoleh nilai mean 4,41, aspek afektif 4,41, dan aspek konatif 4,32. Temuan penelitian menunjukkan bahwa museum mampu memberikan pengetahuan baru, menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan, serta mendorong perilaku positif berupa keinginan untuk berkunjung kembali, merekomendasikan museum, dan meningkatkan kepedulian terhadap konservasi satwa. Meskipun demikian, beberapa aspek seperti fasilitas interaktif dan penunjuk arah masih perlu ditingkatkan. Secara keseluruhan, Museum Animalium BRIN dinilai berhasil menjalankan fungsinya sebagai destinasi wisata edukasi yang mengintegrasikan unsur edukasi, rekreasi, dan konservasi.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Safira Nurhaliza, Dina Hariani https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/5072 Dari Kejayaan ke Keterbengkalaian: Analisis Kegagalan Tata Kelola Kolaboratif dan Strategi Revitalisasi Destinasi Wisata Telaga Gupit, Gadingrejo, Pringsewu, Lampung 2026-06-24T09:36:08+07:00 Melvin Badriansyah Mohammad Gozali Andika Gilang Nurmoyo <p>Telaga Gupit di Pekon Mataram dan Tegalsari, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, Lampung, sempat menjadi destinasi wisata air unggulan sejak diresmikan pada Desember 2017, namun mengalami kemunduran drastis pascapandemi COVID-19 hingga dilaporkan terbengkalai pada tahun 2025. Penelitian ini bertujuan menganalisis akar kegagalan tata kelola kolaboratif yang menyebabkan keterbengkalaian tersebut serta merumuskan strategi revitalisasinya. Penelitian menggunakan metode studi kasus kualitatif berbasis analisis dokumen dan media (media/document content analysis), dengan sumber data berupa pemberitaan media daring tahun 2018–2025, dokumen pemerintah desa, dan penelitian akademik terdahulu. Analisis dilakukan menggunakan kerangka <em>collaborative governance</em> untuk mendiagnosis kegagalan kelembagaan, dan kerangka Tourism Area Life Cycle (TALC) untuk memosisikan destinasi dalam siklus hidupnya. Hasil penelitian menunjukkan tiga simtom utama kegagalan kolaborasi: fragmentasi kewenangan antar-level pemerintahan tanpa mekanisme akuntabilitas yang jelas, vakum kepemimpinan pada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) di dua pekon, dan hilangnya memori institusional akibat pergantian pejabat dinas. Faktor eksogen seperti pandemi COVID-19 dan karakter hidrologis telaga yang bergantung pada air tadah hujan memperparah kerentanan tersebut. Telaga Gupit diposisikan berada pada fase <em>decline</em> (penurunan) dalam siklus hidup destinasi wisata, dengan opsi <em>rejuvenation</em> (peremajaan) yang masih terbuka apabila intervensi kelembagaan dan ekologis dilakukan segera. Penelitian merekomendasikan penguatan kejelasan delegasi kewenangan, reaktivasi Pokdarwis dengan pendampingan berkelanjutan, pengendalian gulma air, dan pembentukan mekanisme pemantauan aset pascahibah.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Melvin Badriansyah, Mohammad Gozali, Andika Gilang Nurmoyo https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/5079 Strategi Pengembangan Regenerative Tourism pada Destinasi Waduk Darma Kabupaten Kuningan 2026-06-26T09:39:35+07:00 Mohamad Gozali Dani Ramdhani Mohamad Sapari Dwi Hadian <p>Waduk Darma merupakan destinasi wisata perairan di Desa Jagara, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, yang memiliki fungsi strategis sebagai ruang wisata, ekosistem perairan, dan bagian dari sistem sumber daya air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pengelolaan Waduk Darma berdasarkan perspektif <em>regenerative tourism</em>, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta merumuskan strategi pengembangannya.</p> <p>Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif eksploratif melalui observasi, wawancara mendalam, <em>focus group discussion</em> (FGD), dan studi dokumentasi. Informan penelitian berjumlah 12 orang yang dipilih secara purposive, terdiri atas kepala desa penyangga, Camat Kecamatan Darma, pengelola destinasi, dan pemangku kepentingan terkait pariwisata dan/atau lingkungan. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan mengacu pada lima dimensi <em>regenerative tourism</em> dan diperkuat melalui analisis SWOT.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan regenerative tourism di Waduk Darma dipengaruhi oleh restorasi ekologi, pemberdayaan masyarakat, ekonomi sirkular, tata kelola kolaboratif, dan distribusi manfaat yang berkeadilan. Strategi yang direkomendasikan meliputi pengelolaan eceng gondok berbasis restorasi ekologi dan ekonomi kreatif, peningkatan keterlibatan masyarakat dan desa penyangga, penguatan kolaborasi pentahelix, serta mekanisme distribusi manfaat yang lebih inklusif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan konsep <em>regenerative tourism</em> pada destinasi waduk di Indonesia.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Mohamad Gozali, Dani Ramdhani , Mohamad Sapari Dwi Hadian https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/sapta/article/view/5080 Implementasi Kompetensi Tour Leader dalam Mengatur Wisatawan Berdasarkan SKKNI pada Paket Open Trip Dieng di Ceria Tour Yogyakarta 2026-06-27T07:07:14+07:00 Samuel Ardi Herlambang Meyliana Astriyantika Desmala Sari <p>Perkembangan industri pariwisata di Indonesia mendorong meningkatnya permintaan terhadap layanan perjalanan wisata yang terorganisasi, salah satunya melalui paket open trip. Karakteristik peserta yang berasal dari berbagai latar belakang menyebabkan pelaksanaan open trip memerlukan kemampuan koordinasi, komunikasi, dan pengelolaan wisatawan yang baik dari seorang tour leader. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kompetensi tour leader dalam mengatur wisatawan pada pelaksanaan Paket Open Trip Dieng di Ceria Tour Yogyakarta berdasarkan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Unit Kompetensi Mengatur Wisatawan Saat Tur Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif yang disusun berdasarkan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama September–Desember 2025. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, coaching, praktik kerja langsung, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tugas tour leader telah memenuhi sebagian besar elemen kompetensi SKKNI, meliputi pengaturan wisatawan sebelum perjalanan, selama berada di destinasi wisata, saat makan di restoran, dan ketika berbelanja oleh-oleh. Kompetensi tersebut mendukung kelancaran operasional perjalanan, meningkatkan koordinasi antarpihak, serta memberikan pengalaman wisata yang lebih aman, nyaman, dan terorganisasi bagi peserta. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi kompetensi tour leader menjadi faktor penting dalam menjaga kualitas pelayanan pada penyelenggaraan paket open trip.</p> 2026-06-27T00:00:00+07:00 Copyright (c) 2026 Desmala Sari, Samuel Ardi Herlambang, Meyliana Astriyantika