Wisata Petik Buah sebagai Strategi Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan: Tinjauan Sistematis
Abstract
Wisata petik buah merupakan salah satu bentuk agrowisata yang memiliki potensi besar dalam mendukung pembangunan desa wisata berkelanjutan. Aktivitas ini tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi lokal, tetapi juga berperan dalam pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Namun, meskipun minat terhadap wisata petik buah meningkat, penelitian komprehensif yang mengaitkan aktivitas ini dengan konsep keberlanjutan desa wisata masih terbatas dan bersifat terfragmentasi. Oleh karena itu, penelitian ini melakukan kajian sistematis terhadap literatur global dan nasional untuk memahami tren riset, tema dominan, serta arah pengembangan konseptual wisata petik buah sebagai strategi pembangunan berkelanjutan pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) yang mengikuti pedoman PRISMA 2020. Data diperoleh dari dua basis utama, yaitu Scopus dan Google Scholar (melalui Publish or Perish), dengan kombinasi kata kunci yang mencakup istilah internasional dan nasional seperti “fruit picking tourism”, “agrotourism fruit”, dan “wisata petik buah”. Analisis dilakukan terhadap 1.589 artikel yang kemudian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi–eksklusi, hingga tersisa 69 artikel yang memenuhi kelayakan untuk dianalisis lebih lanjut. Proses analisis mencakup pemetaan bibliometrik menggunakan VOSviewer (v1.6.20) serta sintesis tematik untuk mengidentifikasi klaster dan hubungan konseptual antar topik. Hasil kajian menunjukkan lima klaster utama pada literatur global, yaitu sustainability & agriculture, tourism market development, conservation management, land use & environment, serta community & innovation. Di sisi lain, literatur nasional lebih menekankan aspek teknis seperti pengelolaan destinasi, SOP, dan partisipasi masyarakat. Sintesis konseptual mengungkap tiga tema besar: pembangunan pedesaan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan inovasi digital dalam pariwisata pertanian. Kajian ini menegaskan bahwa wisata petik buah dapat menjadi instrumen strategis dalam penguatan ekonomi desa berbasis komunitas (community-based agrotourism) dan berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) melalui kolaborasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas masyarakat lokal.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Andika Gilang Nurmoyo, Evi Novianti, Yunus Winoto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.