Respon Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah di Lahan Gambut terhadap Jenis Mulsa dan Pemupukan NPK
DOI:
https://doi.org/10.25181/jplantasimbiosa.v8i1.4837Abstrak
Bawang merah sebagai komoditas hortikultura memiliki potensis besar untuk dikembangkan. Upaya pengembangan bawang merah diperlukan teknologi untuk memberikan lingkungan tumbuh yang sesuai dengan syarat tumbuh. Penggunaan mulsa diharpakan mampu menjaga ketersediaan air didalam tanah dan mengurangi laju evaporasi air sehingga kebutuhan air tanaman dapat terpenuhi. Penambahan unsur hara melalui pemupukan juga diharapkan mampu meningkatkan produtivitas bawang merah dilahan gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji interaksi antara penggunaan mulsa dan dosis pemupukan NPK dalam meningkatkan hasil pertanian di lahan gambut. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok faktorial (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah jenis mulsa, yang terdiri dari empat taraf, yaitu tanpa mulsa (M0), jerami padi (M1), plastik hitam perak (M2), dan weedmat (M3). Faktor kedua dosis pemupukan NPK, yang terdiri dari empat perlakuan, yaitu dosis urea 350 kg/ha, SP-36 250 kg/ha, KCL 150 kg/ha (P1); dosis urea 300 kg/ha, SP-36 200 kg/ha, KCL 100 kg/ha (P2); dosis urea 250 kg/ha, SP-36 150 kg/ha, KCL 100 kg/ha (P3); dan dosis urea 200 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCL 90 kg/ha (P4). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi kedua faktor berpengaruh terhadap laju pertumbuhan relatif periode 1-2 mst, 3-4 mst, jumlah daun, berat kering tanaman, jumlah umbi per rumpun, berat umbi per rumpun dan berat umbi kering angin per rumpun dengan perlakuan mulsa jerami dan pemberian pupuk dengan dosis tinggi memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perlakuan lainnya
Unduhan
Referensi
Adiputra, I. G. K. (2017). Manfaat Mulsa Untuk Pertumbuhan Tanaman Budidaya. Seminar Nasionan Fakultas MIPA UNHI Penguatan dan Pengajaran Biologi Sebagai Ilmu Dasar (pp. 171–178). UNIVERSITAS HINDU INDONESIA.
Andri, R. K., & Wawan. (2017). Pengaruh Pemberian Beberapa Dosis Pupuk Kompos (Greenbotane) Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Quieneensis Jacq) di Pembibitan Utama. JOM Faperta, 4(2), 1–14.
Anggraini, M., Hastuti, D., & Rohmawati, D. I. (2019). The Effect of Bulbs Weight and Combination Of Inorganic Fertilizer Dosage To Growth and Yield Of Shallots (Allium Ascalonicum L.). Jurnal Ilmu Pertanian Tirtayasa, 1(1), 37–47.
Anisyah, F., Sipayung, R., & Hanum, C. (2014). Growth and Yield of Shallot With Some Of Organic Fertilizer Application. Jurnal Online Agroekoteknologi, 2, 482–496. http://bengkulu.litbang.deptan.go.id,
Badan Pusat Statistik. (2021). Provinsi Kalimantan Barat Dalam Angka.
Bakri, F., & Soeparjono, S. (2023). Pengaruh Ketebalan Mulsa Jerami Padi dan Jarak Tanam terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiata L.). Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi, 11(2), 164–178. https://doi.org/10.33005/plumula.v11i2.206
Basuki. (2009). Analisis Kelayakan Teknis dan Ekonomis Teknologi Budidaya Bawang Merah dengan Benih Biji Botani dan Benih Umbi Tradisional. Jurnal Hortikultura, 19, 214–227.
Firdaus, M., Yusuf, B., Yudono, P., & Purwanti, S. (2015). Pengaruh Mulsa Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Benih Tiga Kultivar Kacang Hijau (Vigna Radiata L. Wilczek) di Lahan Pasir Pantai. Vegetalika, 4(3), 85–97.
Harefa, R. F., & Laia, E. (2024). Pengaruh Penggunaan Mulsa Terhadap Sifat Fisika Tanah dan Kualitas Produksi Tanaman. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 1, 193–198.
Harsono, P. (2012). Mulsa Organik: Pengaruhnya terhadap Lingkungan Mikro, Sifat Kimia Tanah dan Keragaan Cabai Merah di Tanah Vertisol Sukoharjo pada Musim Kemarau. J. Hort. Indonesia, 3(1), 35–41.
Herlina, N., & Arinda, M. (2025). Pengaruh Jenis Mulsa dan Tinggi Bedengan terhadap Lingkungan Mikro Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Jurnal Hortikultura Indonesia, 16(1), 1–8. https://doi.org/10.29244/jhi.16.1.1-8
Herwanda, R., & Murdiono, W. E. (2017). The Application Of Nitrogen and Foliar Fertilizer to Growth and Yield Of Shallots (Allium Cepa L. Var. Ascalonicum). Jurnal Produksi Tanaman, 5(1), 46–53.
Lawolo, T. (2025). Pengaruh Pemberian Jerami Pada Tanah Untuk Kelembapan Tanah. PENARIK: Jurnal Ilmu Pertanian Dan Perikanan, 2(1), 74–79.
Pangestuti, R. (2011). Potensi Penggunaan True Seed Shallot (TSS) Sebagai Sumber Benih Bawang Merah di Indonesia. 259–266. https://www.researchgate.net/publication/308120605
Radian, Abdurrahman, T., Mahmudi, & Safriadi. (2024). Growth and yield of several rice varieties on alluvial soil using N, P, and K fertilizers. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 52(2), 245–252. https://doi.org/10.24831/jai.v52i2.53587
Raksun, A., Japa, L., & Mertha, I. G. (2019). Pengaruh Jenis Mulsa dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terong Hijau (Solanum Melongena L). Jurnal Biologi Tropis, 19(2), 142–146. https://doi.org/10.29303/jbt.v19i2.1115
Safitri, I., Mertha, I. G., & Raksun, A. (2025). Influence of NPK and Bokashi on Growth and Chlorophyll Content of Pakcoy (Brassica rapa L.). Jurnal Biologi Tropis, 25(4), 5019–5029. https://doi.org/10.29303/jbt.v25i4.10393
Safriadi, & Muliandari, N. (2025). Planta Simbiosa Analisis Laju Asimilasi Padi Hitam akibat Aplikasi Mikoriza Arbuskula dan Jerami Padi pada Sawah Tadah Hujan Analysis of Black Rice Assimilation Rate due to Application of Arbuscular Mycorrhiza and Rice Straw in Rainfed Rice Fields. Planta Simbiosa, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.25181/jplantasimbiosa.vXiX.XXXX
Safriadi, Sasli, I., & Rianto, F. (2023). Respon Morfofisologi Padi Hitam Senakin Akibat Fungi Mikoriza Arbuskula dan Jerami Padi Pada Lahan Sawah Tadah Hujan. Jurnal Pertanian Agros, 25(3), 2811–2816.
Saskia, N., Firnia, D., Utama, P., & Sodiq, A. H. (2024). Efektivitas Rhizobakteria dan Pupuk Kotoran Kambing pada Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis Dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian, 9(3), 215–226. https://doi.org/10.37149/jia.v9i3.1145
Sholeh, K., & Ichsan Amri, A. (2016). Pemberian Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit (LCPKS) dan NPK Tablet Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) di Tanah Gambut Pada Pembibitan Utama. JOM FAPERTA, 3(1).
Sopacua, B. N. H. (2016). Pengaruh Pemupukan dan Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan Tanaman Serai Wangi (Cymbopogon Citratus). Jurnal Triton, 7, 51–60. https://media.neliti.com/media/publications/410161-pengaruh-pemupukan-dan-jarak-tanam-terha-fa122438.pdf
Tharmizi, P., Ra, H. R., Sulardi, T., & Abdullah, I. (2024). Transformasi Limbah Potensi Pupuk Organik Dari Limbah Organik.
Yetti, H., & Yoseva, S. (2017). The Influence Of Giving Organic Manure And N, P And K Manure On The Growth and Production Plant Of Onion (Allium Ascolanicum L.) (Vol. 4).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Agustina Anci Putri, Radian, Tatang Abdurrahman

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





