Sebesi Sigap Bencana: Upaya Penguatan Kapasitas Kegawatdaruratan Bencana di SMAS Kelautan Swadipha, Pulau Sebesi, Lampung
DOI:
https://doi.org/10.25181/abimana.v3i1.4905Kata Kunci:
Mitigasi Bencana, Pertolongan Pertama, Resusitasi Jantung ParuAbstrak
Pelatihan berbasis komunitas mengenai respons awal terhadap kecelakaan atau kondisi darurat seperti bencana memiliki dampak yang besar dalam menurunkan angka morbiditas dan mortalitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat Pulau Sebesi, khususnya siswa SMAS Swadipa, dalam menghadapi kegawatdaruratan melalui pelatihan evakuasi dan resusitasi jantung paru (RJP). Tahap persiapan dilakukan melalui survei lokasi di Desa Tejang yang menunjukkan tingginya risiko kecelakaan laut, kondisi darurat harian, serta potensi bencana alam. Selain itu, ditemukan keterbatasan pengetahuan masyarakat tentang pertolongan pertama. Tim kemudian menyiapkan berbagai alat pelatihan, termasuk boneka RJP. Pada tahap pelaksanaan, siswa mengikuti pemaparan materi, video demonstrasi, diskusi, dan praktik langsung. Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal. Pelatihan berlangsung interaktif dan aplikatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, dari 40% memahami P3K dan 0% RJP menjadi 100% memahami P3K dan 66,7% mampu melakukan RJP dengan benar. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan efektif sehingga mampu meningkatkan kesiapsiagaan siswa sebagai penolong pertama di Pulau Sebesi.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 David Julian, Indra Gumay Yudha, Nidya Kartini, Rizha Bery Putriani, Abdullah Aman Damai, Qadar Hasani, Muhammad Reza, Rachmad Caesario, Rara Diantari, Herman Yulianto, Darma Yuliana, Agustiansyah

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



