Pelatihan Optimalisasi Tata Letak Bengkel Otomotif Berbasis 5R untuk Meningkatkan Efektivitas Area Kerja di SMK
DOI:
https://doi.org/10.25181/abimana.v3i1.4877Kata Kunci:
Tata Letak Fasilitas, Alur Kerja, 5R, Keselamatan Kerja, Pendidikan VokasiAbstrak
Kondisi tata letak dan alur kerja bengkel otomotif yang belum sistematis di SMK Pangudi Luhur Seputih Mataram berdampak pada rendahnya efisiensi praktik, meningkatnya waktu pencarian alat, serta potensi risiko kecelakaan kerja. Permasalahan tersebut menunjukkan perlunya intervensi berbasis prinsip teknik industri untuk mendukung pembelajaran vokasi yang lebih efektif dan selaras dengan standar industri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan tata letak bengkel dan alur kerja melalui pelatihan berbasis 5R dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif meliputi observasi awal, penyusunan modul, pelatihan teori dan simulasi, serta pendampingan implementasi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test serta pengukuran efisiensi operasional. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 38,27%, penurunan waktu pencarian alat hingga 65,7%, serta berkurangnya pelanggaran prosedur K3. Implementasi zonasi kerja dan sistem labelisasi alat berkontribusi terhadap peningkatan efektivitas pembelajaran praktik. Kegiatan ini membuktikan bahwa integrasi prinsip tata letak fasilitas, workflow analysis, dan budaya 5R mampu menciptakan lingkungan bengkel yang lebih efisien, aman, dan mendukung kesiapan kerja siswa.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Sherin Ramadhania

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



