Penguatan Kemandirian Masyarakat Melalui Pola Integrasi Kebun Kakao Ternak Kambing Untuk Mendukung Terlaksananya Good Agricultural Practices Di Desa Sukoharjo 1
DOI:
https://doi.org/10.25181/abimana.v2i2.4624Abstrak
Saat ini kakao masih menjadi komoditas perkebunan yang banyak diusahakan di Desa Sukoharjo 1. Sektor perkebunan kakao juga merupakan penyedia lapangan kerja dan sumber pendapatan masyarakat. Artinya, tanaman kakao merupakan tumpuan hidup di desa Sukoharjo 1. Meskipun kondisi iklim dan tanah Desa Sukoharjo 1 sangat sesuai dengan tanaman kakao, namun produksi tanaman kakao di Kecamatan Sukoharjo masih tergolong rendah. Luas areal perkebunan kakao rakyat di Kecamatan Sukoharjo pada tahun 2022 adalah 3.100 ha hanya menghasilkan produksi 191 ton. Selain sebagai petani kakao, anggota Kelompok Tani Mekar sebagian besar memiliki ternak kambing. Permasalahan ternak, khususnya ternak kambing adalah pakan ternak yang jauh dari lokasi kandang. Pakan ternak diperoleh dari lokasi dengan jarak yang cukup jauh. Tidak ada penanaman pakan ternak. Karena hanya mengandalkan alam, tanpa melakukan penanaman pakan ternak, maka peternak kambing membutuhkan waktu cukup lama hanya untuk mencari atau mengambil pakan ternak. Berdasarkan hal tersebut, kegiatan pengabdian penerapan teknologi integrasi kebun kakao dan ternak kambing potensial untuk dilaksanakan. Kelompok Tani Mekar belum memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam teknologi integrasi kebun kakao dan ternak kambing. Oleh karena itu tim pengusul dengan program transfer teknologi ini berharap dapat memberikan pengetahuan yang dapat meningkatkan keterampilan anggota Kelompok Tani Mekar Desa Sukoharjo 1.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 sri nurmayanti, Gilang Zulfikar, Dimas Prakoswo Widiyani, Ovy Erfandari, Sismita Sari, Tika Leoni Putri

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



