Penguatan Literasi Lingkungan melalui Edukasi Pilah Sampah dalam Upaya Mitigasi Sampah Laut di Pondok Pesantren Al - Hikmah Kota Bandar Lampung
DOI:
https://doi.org/10.25181/abimana.v3i1.4484Kata Kunci:
Santri, Sampah Laut, Pilah dan Pilih, Pondok PesantrenAbstrak
Kota Bandar Lampung menghadapi permasalahan serius dalam pengelolaan sampah karena volumenya terus mengalami peningkatan. Pada tahun 2022, timbulan sampah tercatat sekitar 703,18 ton per hari. Sementara itu, kota ini hanya memiliki satu tempat pembuangan akhir (TPA) yang berlokasi di Bakung, Teluk Betung Barat, yang posisinya berdekatan dengan wilayah pesisir Teluk Lampung. Di sisi lain, kawasan pesisir Teluk Lampung sendiri telah menerima tekanan lingkungan yang cukup besar akibat akumulasi limbah organik dan anorganik, mengingat wilayah tersebut juga menjadi pusat aktivitas industri, permukiman, serta pariwisata. Masyarakat di Kota Bandar Lampung khususnya santri dapat berperan aktif pada pengelolaan sampah dengan melakukan pemilahan dan pemilihan sampah dengan baik saat di pondok pesantren. Tujuan pengabdian kepada masyarakat untuk memberikan pemahaman melalui edukasi singkat tentang pemilihan dan pemilahan sampah dan pencegahannya menjadi sampah laut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan melalui dua cara yaitu pemberian bantuan kotak sampah dan penyuluhan tentang pengelolaan sampah melalui pemilihan dan pemilahan sampah pada santri dan guru di Pondok Pesantren Al-Hikmah di Kota Bandar Lampung. Hasil kegiatan berupa mendapat penerimaan yang baik dengan diterimanya bantuan kotak sampah untuk digunakan dilingkungan pondok pesantren. Penyuluhan untuk meningkatkan literasi santri dan guru juga berjalan lancar. Jumlah santri yang mengikuti kegiatan sebanyak 25 orang dan guru sebanyak 5 orang. Evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat diukur dengan antusiasme siswa dan guru dengan mengajukan pertanyaan dan diskusi yang hidup tidak hanya tentang pengelolaan sampah di pondok pesantren tetapi juga sampah dilingkungan sekitar yang mendapat perhatian siswa. Kegiatan ini merekomendasikan agar pemerintah daerah serius untuk melakukan pengelolaan sampah dari satuan tepat tinggal terkecil yaitu rumah tangga agar lebih bijak mengelola sampah sesuai dengan jenisnya, membuang sampah pada tempatnya dan membersihkan lingkungan agar sampah tidak menyebabkan kerusakan lingkungan dan menjadi sumber penyakit.
Unduhan
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhamad Gilang Arindra Putra, Almira Fardani Lahay, Yudha Trinoegraha Adiputra, Yudha Trinoegraha Adiputra, Yudha Trinoegraha Adiputra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



