Aplikasi Asap Cair dan Arang Hitam Hasil Pirolisis Tempurung Kelapa dalam Produksi Karet

Rachmad Edison, Hartini Oktara

Sari


Petani karet umumnya menggunakan bahan penggumpal yang tidak dianjurkan seperti tawas dan pupuk TSP (fosfat) sehingga menyebabkan penurunan mutu karet. Untuk meningkatkan kualitas bahan olah karet, petani karet diharuskan untuk menggunakan bahan penggumpal anjuran seperti asam format, formula asam organik dan anorganik lemah. Namun bahan tersebut tidak murah dan siap tersedia di tingkat petani. Asap cair yang dihasilkan dari pirolisis dari berbagai bagian tanaman mengandung fenol dan asam sehingga dapat digunakan sebagai koagulan lateks. Dalam proses pirolisis, selain asap cair diperoleh juga tar dan arang hitam. Arang hitam dari berbagai bahan tanaman seperti tempurung kelapa dapat digunakan sebagai bahan pengisi karet yang aktif yaitu bahan pengisi yang fungsinya selain memperbesar volume juga dapat memperbaiki kekerasan karet. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penggunaan asap cair dan arang hitam tempurung kelapa terhadap proses penggumpalan dan mutu karet yang dihasilkan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Produksi Tanaman dan Analisis Politeknik Negeri Lampung dan Laboratorium SIR Pewa, PTPN VII, Natar. Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis asap cair berbasis tempurung kelapa yang sesuai untuk penggumpalan lateks dan penggunaan arang hitam untuk membesar volume karet. Penelitian dilakukan dalam RAK secara faktorial dengan faktor dosis asap cair (0,0 (0,04 % HCOOH), 0,05; dan 0,10) % v/v dan faktor berat arang hitam (0,00; 0,01; dan 0,02) % w/v. Hasil penelitian menunjukkan asap cair 0,05 % per berat lateks dapat digunakan sebagai bahan penggumpal lateks yang dapat menghasilkan karet SIR 20. Asap cair 0,05 % dapat mempercepat waktu penggumpalan dan meningkatkan rendemen karet. Penggunaan arang hitam sampai 0,01 % per berat karet dapat digunakan sebagai bahan pengisi karet, namun pada tingkat dosis arang hitam yang lebih tinggi dapat meningkatkan kadar kotoran dan kadar abu karet.

Kata Kunci : Penggumpalan lateks, pirolisis, asap cair, arang hitam, mutu karet, Tempurung Kelapa


Teks Lengkap:

PDF

Referensi


Rachmad Edison1dan Hartini Oktara: Aplikasi Asap Cair dan Arang Hitam Hasil Pirolisis...

Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Polinela 2014 447

Safitri, K., 2010. Pengaruh ekstrak belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) sebagai penggumpal

lateks terhadap mutu karet. Skripsi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam

(FMIPA), Universitas Sumatera Utara, Medan.

Suwardin, D. 2010. Pengolahan Bahan Olah Karet. Palembang : Balai Penelitian Sembawa, Pusat

Penelitian Karet.

Sinaga, J. Pengaruh berat arang cangkang kemiri (Aleurites moluccana) sebagai bahan pengisi

terhadap mutu karet. Skripsi. Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan

(MIPA, Universitas Sumatera Utara.

Sutin, 2008. Pembuatan asap cair dari tempurung dan sabut kelapa secara pirolisis serta

fraksinasinya dengan ekstraksi. Skripsi.Teknologi Industri Pertanian, Fakultas Teknologi

Pertanian, Institut Pertanian Bogor

Solichin, M. dan A. Anwar. 2006. Deorub K Pembeku Lateks dan Pencegah Timbulnya Bau Busuk

Karet, Sinar Tani.

Sulistiono, P., 2012. Pengaruh penambahan kalsium karbonat (CaCO3) sebagai bahan pengisi

terhadap kekerasan (hardness) pada produk karet flexible joint di PT. Industri Karet

Nusantara. Skripsi. Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (MIPA,

Universitas Sumatera Utara.Asni, Nur dan Dewi Novalinda, 2009. Teknologi pembekuan lateks berkualitas dengan asap cair

(daerub) untuk pemberdayaaan petani karet di Kabupaten Tanjung Jabung Barat Propinsi

Jambi. FEATI. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi. 1-10

Baharuddin. 2009. Pengaruh Filler Carbon Black Terhadap Sifat Dan Morfologi Komposit Natural

Rubber/Polypropilene. Seminar Nasional Teknik Kimia 2009. Jurusan Teknik Kimia. Fakultas

Teknik. UNRI

Darmaji, P. 2009. Teknologi asap cair dan aplikasinya pada pangan dan hasil pertanian. Pidato

Pengukuhan Guru Besar dalam Bidang Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian pada Fakultas

Teknologi Pertanian Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Egwaikhide, P., Akporhonor, E., and Okieimen, F. 2007. Effect of coconut fibre filler on the cure

characteristics physico–mechanical and swelling properties of natural rubber vulcanisates.

International Journal of Physical Sciences Vol. 2 (2), pp. 039-046, February, 2007 Available

online at http://www.academicjournals.org/IJPS ISSN 1992 - 1950 © 2007 Academic Journals

Edison.R., Ersan, dan Eko.S,. 2013. Penggunaan asap cair untuk penggumpalan lateksdan

pengaruhnya terhadap mutu karet SIR, draft laporan penelitian. Politeknik Negeri

Lampung.

Faizal dan Solichin, 2009. Studi penggunaan asap cair, sinar matahari, dan rancangbangun kamar

pengering dengan energi batubarauntuk pengeringan bahan olah karet rakyat. Ringkasan

Ekskutif Hasil-Hasil Penelitian. Kerjasama Kemitraan Penelitian Pertanian dengan Perguruan

Tinggi, 150-151.

Gapkindo, 2013. Luas Tanaman Karet Indonesia. www.Gapkindo. Org. diakses tanggal 7 Maret

Harahap, H. 2008. Effect of curing temperature and calsium carbonat filler on morphology and

tensile properties of NR lateks films. Malaysian Journal of Microscopy. 40(5) : 205-216.

Harahap, H. 2008. Pengaruh pengisi CaCo3 dan temperatur vulkanisasi terhadap sifat-sifat

mekanikal film lateks karet. J. Penelitian Rekayasa. Vol. 1 (2) 12-2008

Johansyah. 2011. Pemanfaatan Asap Cair Limbah Tempurung Kelapa Sebagai Alternatif Koagulan

Lateks. Skripsi. Program Studi Keteknikan Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera

Utara, Medan

Muis, Y., 2007. Pengaruh Penggumpal Asam Asetat, Asam Formiat, dan Berat Arang Tempurung

Kelapa terhadap Mutu Karet. Jurnal Sains Kimia. Vol. 11, No.1, 2007: 21-24

Mili Purbaya, Tuti Indah Sari, Chessa Ayu Saputri, dan Mutia Tama Fajriaty. 2011. Pengaruh

beberapa jenis bahan penggumpal lateks dan hubungannya dengan susut bobot, kadar karet

kering dan plastisitas. Prosiding Seminar Nasional AVoER ke-3 Palembang 351-357, ISBN :

-587-395-4

Manshuri, M, 2009, Kandungan Asap Cair, Komponen Senyawa Penyusun Asap Cair diambil dari

http://produkkelapa.wordpress.com/2009/03/11/ kandungan asap cair komponen

senyawapenyusun asap cair/dikunjungi 14/03/2013




DOI: http://dx.doi.org/10.25181/prosemnas.v0i0.422

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.


Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat
Politeknik Negeri Lampung
Jln. Soekarno Hatta No. 10 Rajabasa 
Bandar Lampung
Telp/Faks : 0721-703995/0721-787309
Email : semnas@polinela.ac.id
http://semnas.polinela.ac.id
Contact Person
  1. Analianasari (082180229291)
  2. Jakti Kusuma (082216054393) 
  3. Adryade Reshi Gusta (082281898811)