Karakter Benih Hasil Selfing Pertama (S1) pada Enam Varietas Semangka

Authors

  • Rohmat Rohmat Politeknik Negeri Lampung
  • Jaenudin Kartahadimaja Politeknik Negeri Lampung
  • Nurman Abdul Hakim Politeknik Negeri Lampung

Abstract

Tanaman semangka berasal dari Afrika dan saat ini telah menyebar ke seluruh dunia, baik di daerah sub tropis maupun tropis. Tanaman semangka merupakan tanaman semusim dan tergolong cepat berproduksi. Tanaman semangka merupakan tanaman menyerbuk silang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakter hasil selfing pertama (S1) pada enam varietas semangka di lahan Politeknik Negeri Lampung. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Politeknik Negeri Lampung, pada bulan Mei sampai September 2014. Bahan yang digunakan adalah enam varietas semangka hibrida (Black Panther, Gadis Manis, Wong Barry, Gonzales, Baginda, Anabel), penelitian menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS). Berdasarkan pengamatan dan analisis yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa karakter pada enam varietas semangka hasil selfing yang telah diuji dilahan Politeknik Negeri Lampung berbeda nyata. Varietas Baginda memiliki karakter berat dan jumlah benih yang lebih baik, yaitu dengan nilai 12.67 gram dan 363.33 butir benihKata kunci : selfing, semangka, hibrida, menyerbuk silang .

References

Ahyari, S. 2002. Manajemen Produksi. Edisi Ketiga, Lembaga Penerbit Fakultas Tanaman Buah.

Duljapar, K. dan Rina Niwan Setyowati, 2000. Petunjuk Bertanam Semangka Sistem Turus. Jakarta: Penebar Swadaya.

Indrawati, W. 2000. Botani. Buku Botani Politeknik Pertanian Universitas Lampung. Bandar Lampung.

Kalie, M.B. 2001. Bertanam Semangka. Jakarta: Penebar Swadaya.

Paje, M.M., H.A.M. Van der Vossen. 1994. Citrullus lanatus (Thunberg) Matsum & Nakai. In J.S. Siemonsma and K. Piluek (eds). Vegetables, Plant Resources of South-East Asia (Prosea) 8. Prosea Foundation, Bogor, Indonesia. & Pudoc-DLO, Wageningen, the Netherlands.

Prajananta, F. 2003. Agribisnis Semangka Non-biji. Jakarta. Penebar Swadaya.

Rukmana, R. 2006. Budidaya Semangka Hibrida. Yogyakarta. Kasinus.

Sadjad, S. 1974. Teknologi Benih dan Masalahnya. Pros. Kursus Singkat Pengujian Benih. IPB, Bogor. p. 112-133.

Sleper D.A., J.M. Poehlman. 2006. Breeding Field Crops. Edisi ke-5. Wiley-Blackwell. Hal. 3.

Sobir, FD Siregar. 2010. Budidaya Semangka Panen 60 Hari. Jakarta: Penebar Swadaya.

Sunarjono, H., 2006. Bertanam 21 Jenis Tanaman Buah. Jakarta, Penebar Swadaya.

Syarif A. A. 1992. Analisis Korelasi dan Koefisiensi Lintas Komponen Hasil Padi Gogo. Risalah Seminar Balittan Sukamandi. Padang. Hal. 1-5

Syukur, M., S. Sujiprihati, R. Yunianti. 2012. Teknik Pemuliaan Tanaman. Jakarta. Penebar Swadaya.

Takdir A.M., R. N. Iriany, N. A. Subekti, Muzdalifah, Marsum. 2006. Evaluasi daya gabung hasil 28 galur jagung dengan tester MR4 dan MR14 di Malang dan Bajeng, J. Agrivigor 5 (2):173-181.

Welsh R,J. P.M. Johanis. 1991. Dasar-Dasar Genetika Tanaman dan Pemuliaan Tanaman. Erlangga. Jakarta.

Wihardjo S. 1993. Bertanam Semangka. Kanisisus. Yogyakarta.

Issue

Section

Artikel