Pengaruh Perlakuan Pupuk Organik dan Varietas terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kedelai (Glycine max, L. Merr.)

Authors

  • Gut Tianigut Politeknik Negeri lampung
  • Yuriansyah Yuriansyah Politeknik Negeri Lampung

Abstract

Permasalahan yang dihadapi dalam upaya peningkatkan produksi kedelai saat ini adalah kurangnya daya dukung lahan yang produktif. Hal ini disebabkan terjadinya degradasi serta kerusakan lahan akibat pola pertanian konvensional saat ini yang lebih mengutamakan penggunaan input tinggi seperti pupuk an-organik dan pestisida. Oleh karena itu, peningkatan produktivitas dan kualitas kedelai harus diupayakan dengan cara-cara yang lebih baik, seperti menggunakan pupuk organik. Sumber pupuk organik dapat berasal dari berbagai biomas atau bahan organik, seperti sisa tanaman atau hewan. Setiap bahan organik memiliki kandungan atau komposisi unsur hara yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh penggunaan pupuk organik terhadap pertumbuhan dan hasil kedelai. Penelitian ini merupakan percobaan faktorial dalam rancangan acak kelompok, dengan 2 faktordan 12 perlakuan. Jika terdapat perbedaan nilai tengah dilakukan dengan menggunakan Uji Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5 % dan 1 %. Hasil penelitian menunjukkkan bahwa perlakuan pupuk organik, serta interaksi antara pupuk organik dan varietas tidak menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat polong isi dan berat biji pertanaman. Sedangkan perlakukan varietas menunjukkan perbedaan yang nyata terhadap jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat polong isi dan berat biji pertanaman. Varietas Detam memberikan jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat polong isi dan berat biji pertanaman lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Anjasmoro dan Edamami.Kata kunci : kedelai, pupuk, organik.

References

Abdurahman.2005. Teknik Pemberian Pupuk Organik dan Mulsa pada Budidaya Mentimun Jepang. Buletin Teknik Pertanian, Juli 2005. 10 (2): 53 - 56.

Efendi. 2010. Peningkatan pertumbuhan dan Produksi Kedelai melalui Kombinasi Pupuk Organik Lamtoro Gung dan Pupuk Knadang. J. Floratek 5: 65 -73.

Gumilang,A.P. 2010. Menuju Pertanian Organik. http://www.riaumandiri.net/rm/index.php?option=com_content&view=article&i=14860:menuju-pertanian-organik&catid=61: opini&Itemid= 71. Diakses 12 Februari 2018

Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Penerbit Akademika Pressindo.

Hakim, N. Nyakpa Y. Lubis, Nugroho, S. G. Diha A, Bailey. 1996. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Uneversitas Lampung. Bandar Lampung

Hartatik, W dan L.R. Widowati. Pupuk kandang. http://balittanah.litbang.pertanian.go.id/ind/dokumentasi/lainnya/04pupuk%20kandang.pdf?secure=true. Diakses 12 Februari 2018.

Hartatik, W., D. L.R. Setyorini, Widowati, S. Widati. 2005. Laporan Akhir Penelitian Teknologi Pengelolaan Hara pada Budidaya Pertanian Organik. Laporan Bagian Proyek Penelitian Sumberdaya Tanah dan Proyek Pengkajian Teknologi Pertanian Partisipatif (Tidak dipublikasikan).

Musnamar, E.I. 2003. Pupuk Organik. Penebar Swadaya. Jakarta.

Nurlisan, A. Rasyad, S. Yoseva. 2013. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max (L.) Merril). Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Riau .korespondensi, e-mail :Nurlisan09@yahoo.com.

Issue

Section

Artikel