https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/issue/feedJournal of Food System and Agribusiness2026-04-30T00:00:00+07:00Fitrianifitriani@polinela.ac.idOpen Journal Systems<div style="width: 101%;"> <p>Journal of Food Systems and Agribusiness (JofSA) <strong>pISSN: 2654-5853</strong>,<strong> </strong><strong>eISSN: 2597-9426 </strong>publishes articles in Food Systems and Agribusiness. The food system includes all the availability, access and distribution in feeding a population: agrichemicals, breeding, crop production (farming), distribution, processingseed supply, marketing and retail sales.</p> <p>JoFSA is published by Politeknik Negeri Lampung (Polinela) associated with <strong>Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)</strong> and <strong>Indonesian Agribusiness Association (IAA)</strong>. JoFSA was published at the beginning of 2017 with twice per year in frequency on <strong>April and October</strong>. Editor receives articles of empirical research and reviews in Food System and Agribusiness field. Manuscript accepted is written in standard Indonesian language or English.</p> <p>JoFSA reviews are a blind review process. The paper can revise by Editors without changing the substance and content. The articles sent by the author must be an original script and is not being considered for publication by other journal or publishers.</p> <p>Journal of Food System and Agribusiness has been indexed on Google Scholar, Crossreff by 2017.</p> </div>https://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4641Analisis Tantangan dan Strategi Penguatan Rantai Nilai Agroindustri Kopi Rakyat Kalibaru2026-01-12T04:56:58+07:00Kamalia FikriWachju SubchanImam MudakirIis Nur AsyiahJekti Prihatin<p>Agroindustri kopi rakyat di Kalibaru, Banyuwangi, memiliki potensi besar sebagai pusat kopi spesialitas berbasis ekonomi hijau, namun pengembangannya belum optimal akibat lemahnya keterpaduan antar pelaku dalam rantai nilai serta keterbatasan kapasitas teknis dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan dan strategi pengembangan agroindustri kopi skala kecil di Kalibaru, Banyuwangi. Pendekatan yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan model studi kasus, melalui observasi lapangan dan wawancara mendalam dengan sembilan informan kunci yang mewakili tiga tingkatan rantai nilai: petani (hulu), <em>roaster</em> (tengah), dan pengusaha UMKM (hilir). Analisis data dilakukan secara interaktif dan diperkuat dengan analisis SWOT kuantitatif menggunakan matriks IFE dan EFE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat hulu, tantangan utama meliputi penggunaan bibit lokal tanpa peremajaan, teknik budidaya dan pascapanen yang masih tradisional, serta ketergantungan pada cuaca dalam proses pengeringan. Pada tingkat tengah, <em>roaster </em>menghadapi keterbatasan peralatan grading dan lemahnya koordinasi kelembagaan sehingga mutu bahan baku tidak seragam. Sementara itu, pada tingkat hilir, hambatan utama berupa pemasaran yang masih konvensional, rendahnya literasi digital, keterbatasan legalitas usaha, dan lemahnya branding produk. Hasil analisis SWOT menunjukkan skor IFE sebesar 2,9 dan EFE sebesar 2,88 dengan koordinat X = –0,135 dan Y = 0,32 yang menempatkan agroindustri kopi Kalibaru pada kuadran strategi WO (turnaround). Kondisi ini mengindikasikan bahwa peluang eksternal seperti tren specialty coffee, dukungan kebijakan ekonomi hijau, dan transformasi digital cukup besar, namun masih perlu diimbangi dengan penguatan kapasitas internal. Strategi pengembangan difokuskan pada penguatan kelembagaan berbasis kolaborasi multi-pihak <em>(triple helix)</em>, modernisasi teknologi pascapanen, standardisasi mutu dan sertifikasi produk, serta digitalisasi pemasaran.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4798Evaluasi Persepsi Kepuasan Program Makan Bergizi Gratis melalui Media Visual Infografis: Studi pada Siswa di Kota Bogor2026-02-04T13:11:27+07:00Doni Sahat Tua ManaluLintang Ashfa Ashxia LabibahAnida KhoirunisaMiftahul HamdiTasya Maria SitumorangFirda Alifathuz ZahraniRaza PamungkasSartiva Dinda KartikaWilsam Akbar Rabbani<p>Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor merupakan inisiatif pemerintah dalam meningkatkan status gizi dan mendukung prestasi akademik siswa melalui pemberian makanan bergizi di sekolah. Namun, evaluasi terhadap kepuasan siswa sebagai penerima manfaat program masih terbatas, padahal aspek ini penting untuk menilai efektivitas dan keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi persepsi kepuasan siswa terhadap program MBG dengan menerapkan media visual infografis sebagai alat penyampaian data. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan <em>mixed-method</em> dengan kombinasi survei kuantitatif melalui kuesioner dan analisis deskriptif kualitatif. Responden penelitian diambil menggunakan metode sampling acak yang terdiri dari 125 siswa tingkat SMP/SMA/SMK di Kota Bogor yang menerima manfaat dari program MBG. Analisis data dilakukan dengan menggunakan metode <em>Customer Satisfaction Index</em> (CSI) untuk mengevaluasi tingkat kepuasan siswa, yang kemudian divisualisasikan dalam bentuk infografis. Menurut Hasil penelitian ini, tingkat kepuasan siswa terhadap program MBG mencapai 85,79%, yang masuk dalam kategori sangat puas. Faktor utama yang mempengaruhi kepuasan siswa meliputi kualitas makanan, kandungan gizi, serta variasi menu yang disediakan. Studi ini menegaskan bahwa infografis merupakan alat evaluasi yang efektif dalam menyajikan data kepuasan secara lebih komunikatif dan mudah dipahami oleh berbagai pihak. Oleh karena itu, disarankan agar evaluasi program MBG secara berkala menggunakan media infografis untuk meningkatkan transparansi dan kualitas layanan program.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4196Analisis Kelayakan Finansial Madu Pada PT Suhita Lebah Indonesia di Bandar Lampung 2026-03-05T04:15:18+07:00Katelya Putri WardhonoMuhammad Irfan AffandiDwi Haryono<p>Usaha madu merupakan salah satu peluang pengembangan agribisnis yang memiliki potensi ekonomi cukup besar, namun masih menghadapi ketidakpastian terkait biaya produksi, investasi awal, dan fluktuasi pasar sehingga diperlukan analisis kelayakan finansial untuk mendukung pengambilan keputusan usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial serta tingkat sensitivitas usaha madu pada PT Suhita Lebah Indonesia di Provinsi Lampung. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2024–Januari 2025 dengan menggunakan metode studi kasus. Analisis data dilakukan menggunakan kriteria investasi yang meliputi <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Internal Rate of Return</em> (IRR), <em>Gross Benefit Cost Ratio</em> (Gross B/C), <em>Net Benefit Cost Ratio</em> (Net B/C), dan <em>Payback Period</em> (PP), serta analisis sensitivitas terhadap perubahan penjualan dan harga bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha madu pada PT Suhita Lebah Indonesia layak secara finansial terutama pada lebah jenis <em>Heterotrigona itama</em> dan memiliki prospek pengembangan yang baik. Selain itu, hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa usaha ini masih mampu bertahan terhadap penurunan penjualan produk madu maupun kenaikan harga bahan baku. Temuan ini menunjukkan bahwa agribisnis madu memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan apabila dikelola secara efisien dan didukung oleh strategi pengelolaan usaha yang tepat.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4452Analisis Pola Konsumsi dan Permintaan Ubi Jalar pada Rumah Tangga di Provinsi Lampung2026-02-26T04:36:22+07:00Nadya Tsamara HanumWuryaningsih Dwi SayektiAdia Nugraha<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi ubi jalar antara wilayah perdesaan dan perkotaan, kontribusi energi ubi jalar terhadap standar konsumsi energi umbi-umbian menurut Pola Pangan Harapan (PPH), dan faktor-faktor yang memengaruhi permintaan ubi jalar pada rumah tangga konsumen ubi jalar di Provinsi Lampung. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Susenas bulan Maret 2023, dengan sampel sebanyak 1.750 rumah tangga konsumen ubi jalar dari total 10.433 sampel rumah tangga Susenas di Provinsi Lampung dan terdiri dari 1.333 rumah tangga di wilayah perdesaan dan 417 rumah tangga di wilayah perkotaan. Analisis pola konsumsi dan kontribusi energi dilakukan secara deskriptif kuantitatif, untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan, digunakan pendekatan regresi linier berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata konsumsi ubi jalar rumah tangga sebesar 1,23 kg/minggu, dengan lebih tinggi di wilayah perdesaan (1,28 kg/minggu) dibandingkan perkotaan (1,07 kg/minggu). Mayoritas rumah tangga, jumlah konsumsinya berada pada kategori rendah (0,1–3,3 kg/minggu), dan umumnya diperoleh dari pembelian. Kontribusi energi ubi jalar terhadap standar konsumsi energi umbi-umbian menurut PPH pada rumah tangga adalah 48,31 persen. Variasi permintaan ubi jalar dipengaruhi oleh harga ubi jalar, harga ubi kayu, pendapatan rumah tangga, jumlah anggota keluarga, pendidikan ibu rumah tangga, usia kepala rumah tangga, dan tipe wilayah dengan permintaan ubi jalar di wilayah perkotaan lebih rendah dibandingkan wilayah perdesaan.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4146Kepuasan Petani Terhadap Benih Padi MSP Di Kecamatan Kotabumi Utara Dengan Metode Customer Satisfaction Index2026-03-30T02:59:16+07:00Sri Puji LestariUswatun HasanahUngki Prabowo Putra<p>Rendahnya produktivitas padi di Kabupaten Lampung Utara menjadi salah satu permasalahan utama dalam sektor pertanian, yang disebabkan oleh berbagai faktor seperti perubahan iklim, kesuburan tanah, serta varietas benih yang digunakan. Salah satu upaya dalam peningkatan produksi yaitu dengan adanya penggunaan benih unggul, salah satunya adalah benih padi MSP (Mari Sejahterakan Petani) yang di kembangkan di Provinsi Lampung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan petani terhadap penggunaan benih padi MSP di Kecamatan Kotabumi Utara, mengetahui atribut benih padi MSP apa saja yang harus dipertahankan dan dianggap penting, dan mengetahui atribut apa saja yang harus diperbaiki. Penelitian dilakukan di Kecamatan Kotabumi Utara dengan jumlah responden sebanyak 32 petani yang dipilih melalui teknik simple random sampling dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis data yang digunakan yaitu Customer satisfaction index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat kepuasan petani pada benih padi MSP berada pada kategori “puas” dengan nilai CSI sebesar 77,37%. Hasil dari IPA menunjukkan bahwa atribut yang harus dipertahankan dan dianggap penting yaitu ketahanan terhadap hama, daya tumbuh padi, rasa nasi, dan kemudahan mendapatkan benih. Sedangkan atribut yang harus diperbaiki yaitu produktivitas dan ketersediaan benih.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/3223Preferensi Konsumen terhadap Inovasi Kemasan Jahe Merah Instan2026-02-03T02:24:42+07:00Jazim Qori AinayaEndah PuspitojatiHermawan Hermawan<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Tingkat preferensi konsumen pada kemasan jahe merah instan dan 2) Mengetahui deskripsi kemasan yang paling diminati oleh konsumen. Penelitian dilakukan di CV Merapi Farma Herbal dengan metode deskriptif kuantitatif. Pengambilan sampel responden menggunakan <em>accidental sampling </em>dengan melibatkan 40 konsumen. Metode conjoin digunakan untuk menentukan tingkat preferensi konsumen berdasarkan 9 stimuli yang terbentuk menggunakan 4 atribut yaitu jenis kemasan, warna, berat bersih, dan informasi produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden menyukai stimuli ke-3 dengan jenis kemasan kotak karton, dengan warna merah, berat bersih 100gram, dan informasi produk yang berisi komposisi, cara konsumsi, berat bersih, <em>expired date</em>, dan informasi produsen. Deskripsi kemasan terpilih berdasarkan nilai kegunaan dan kepentingan konsumen menyukai kemasan dengan jenis kemasan kotak karton, warna hitam-putih, berat bersih 100gram, dan informasi produk yang berisi komposisi, cara konsumsi, berat bersih, expired date dan informasi produsen.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4206Pendekatan Business Model Canvas Untuk Pengembangan Usaha Bawang Goreng Umkm Salera Snack & Food Jawa Timur2026-03-30T03:22:06+07:00Deslita SitohangAntik Suprihanti<p>Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi model bisnis UMKM Salera Snack & Food dalam kerangka BMC, dan (2) merumuskan strategi pengembangan usaha yang disarankan untuk UMKM Salera Snacks & Food. Analisis deskriptif kuantitatif dipilih penulis sebagai metodologi dalam penelitian ini. Teknik analisis data secara deskriptif BMC dan melalui analisis SWOT ditunjukkan oleh matriks IFE, EFE, IE dan SWOT. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa; (1) Business Model Canvas UMKM Salera Snack & Food tergambarkan dalam sembilan elemen BMC terdiri atas; segmen pelanggan (pelanggan dari usia dan profesi), proposisi nilai (produk premium), saluran distribusi (website, whatsapp, instagram, shopee, mitra swalayan, dan ekspedisi), hubungan dengan pelanggan yaitu dengan memberikan informasi terkait produk dan menangani keluhan yang ada, sumber pendapatan (penjualan bawang goreng), sumber daya kunci (strategi yang dimiliki owner, skill karyawan, rumah produksi, modal, dan alat produksi), kegiatan kunci (pembelian bahan baku, produksi, dan pemasaran), mitra kunci (supplier, dan mitra penjualan), dan struktur biaya (biaya tetap serta biaya variabel) (2) Strategi pengembangan usaha bawang goreng UMKM Salera Snack & Food yang berada posisi di sel 5 adalah strategi konsentrasi melalui integrasi horizontal atau stabilitas dengan meningkatkan daya saing, memperbaiki operasional, dan memperkuat posisi pasar.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4766Pengendalian Persediaan Bahan Baku Singkong Menggunakan Metode EOQ pada UMKM H & R Kota Batu2026-02-02T22:06:08+07:00Sudirman SudirmanSri HandayaniWirawan WirawanLorine Tantalu<p>UMKM H & R Junrejo merupakan usaha mikro yang memproduksi kerupuk singkong sebagai salah satu produk pangan lokal di Kota Batu. Meskipun memiliki prospek pasar yang menjanjikan, UMKM ini menghadapi permasalahan dalam pengelolaan persediaan bahan baku. Ketidakstabilan pasokan singkong, terutama pada periode permintaan tinggi, sering menghambat proses produksi. Sistem persediaan yang masih bersifat konvensional tanpa pendekatan manajerial menyebabkan kekurangan bahan baku, pemborosan biaya, serta risiko kehabisan stok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian persediaan bahan baku singkong serta penerapan metode <em>Economic Order Quantity</em> (EOQ) pada UMKM H & R. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi dan dokumentasi kegiatan operasional selama satu tahun. Analisis data dilakukan menggunakan metode EOQ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah pemesanan ekonomis berdasarkan metode EOQ sebesar 5.407 kg per pemesanan dengan frekuensi 13 kali per tahun. Sementara itu, praktik aktual menunjukkan rata-rata pemesanan sebesar 1.620 kg dengan frekuensi 41 kali per tahun. Penelitian ini merekomendasikan penetapan <em>safety stock</em> sebesar 338 kg dan <em>reorder point</em> sebesar 561 kg untuk menjaga kelancaran proses produksi. Total biaya persediaan aktual sebesar Rp2.458.009 per tahun, sedangkan total biaya persediaan berdasarkan metode EOQ sebesar Rp1.351.652, sehingga diperoleh efisiensi biaya sebesar Rp1.106.357 atau 45,02%.</p>2026-05-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4872Korelasi Kinerja Usahatani Padi Sawah Terhadap Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Kelurahan Dusun Besar Kota Bengkulu2026-04-06T04:01:00+07:00Emelia ElizabethIrnad IrnadNetta AgustiAlfayanti Alfayanti<p>Dalam konteks pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan merupakan faktor kunci bagi pengurangan penduduk miskin sehingga penguatan ketahanan pangan akan berdampak secara signifikan terhadap penurunan kemiskinan. Penelitian ini bertujuan untuk (1)Mengkaji bagaimana produktivitas dan efisiensi usaha petani padi sawah, (2) Bagaimana tingkat ketahanan pangan rumah tangga petani, (3)Bagaimana hubungan antara produktivitas dan efisiensi dengan ketahanan pangan rumah tangga petani. Penelitian ini dilakukan pada November 2025 di Keluraha Dusun Besar, Kota Bengkulu, dengan jumlah responden yang digunakan ialah 61 petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif, mencakup analisis tentang produktivitas, efisiensi teknis, Ketahanan pangan (keberagaman pangan, kombinasi pengeluaran pangan dan non pangan, jumlah stok beras), serta uji korelasi untuk menganalisis hubungan kinerja dan ketahanan pangan rumah tangga petani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa produktivitas petani cukup rendah (2.004kg/ha), dan efisiensi teknisnya (43,5%) belum efisien, sedangkan tingkat keberagaman pangan rumah tangga didesa tersebut dalam kategori sedang, kombinasi pengeluaran pangan dan non pangan dalam kategori tahan pangan dan pada stok beras dalam kategori stok cukup. Pada hasil korelasi kinerja (produktivitas dan efisiensi) dinyatakan berkorelasi terhadap ketahanan pangan petani. Dari hasil penelitian yang diperoleh sehingga mengindikasikan pentinggnya peningkatan kemampuan dalam pengelolaan penggunaan input produksi secara efisien terkhusus dalam menanggulangi banyaknya hama yang dapat menyebabkan gagal panen pada ushatani tersebut, serta didorong dengan diversifikasi konsumsi pangan agar ketahanan pangan rumah tangga tetap optimal secara berkelanjutan.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusinesshttps://jurnal.polinela.ac.id/index.php/JFA/article/view/4212Analisis Pola Konsumsi dan Permintaan Kacang Tanah Pada Rumah Tangga Konsumen Kacang Tanah di Provinsi Lampung2026-02-12T07:58:36+07:00Nisrina SalsabilaWuryaningsih Dwi SayektiDyah Aring Hepiana Lestari<p>Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan pola konsumsi kacang tanah di wilayah perdesaan dan perkotaan, menghitung kontribusi energi kacang tanah terhadap konsumsi energi golongan kacang-kacangan, dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi permintaan kacang tanah rumah tangga konsumen kacang tanah di Provinsi Lampung. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berasal dari Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Maret 2023. Jumlah sampel sebanyak 298 rumah tangga konsumen kacang tanah, dari total 10.433 rumah tangga sampel Susenas. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif kuantitatif dan verifikatif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata jumlah konsumsi kacang tanah biji dan olahan oleh rumah tangga konsumen kacang tanah mencapai 2,35 kg/rumah tangga/bulan, dengan rata-rata konsumsi di perkotaan sebesar 2,46 kg/rumahtangga/bulan dan di perdesaan sebesar 2,32 kg/rumahtangga/bulan. Jika dilihat dari seluruh rumah tangga, rata-rata konsumsi kacang tanah sebesar 0,28 kg/rumahtangga/bulan. Untuk jenis kacang tanah biji, konsumsi oleh rumah tangga konsumen kacang tanah sebesar 2,07 kg/rumahtangga/bulan, pada jenis olahan bumbu pada makanan siomay/batagor sebesar 0,18 kg/rumahtangga/bulan dan pada makanan gado-gado/ketoprak/pecel sebesar 0,11 kg/rumahtangga/bulan. Sebagian besar kacang tanah yang dikonsumsi rumah tangga konsumen diperoleh dari pembelian. Kontribusi energi kacang tanah terhadap konsumsi energi golongan kacang-kacangan rumah tangga konsumen sebesar 62,43%, sedangkan untuk seluruh rumah tangga di Provinsi Lampung sebesar 17,73%. Harga kacang tanah berpengaruh nyata negatif dan pendapatan berpengaruh nyata positif terhadap permintaan kacang tanah rumah tangga konsumen kacang tanah di Provinsi Lampung.</p>2026-04-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Journal of Food System and Agribusiness